19 Oktober 2012

Renstra Unpad 2012-2016 Fokuskan pada Aspek Penelitian dan Pelayanan Bermutu

[Unpad.ac.id, 19/10/2012] Sebagai institusi perguruan tinggi, Unpad dituntut memiliki peningkatan pengembangan guna menghadapi situasi perubahan lingkungan yang tidak mudah diprediksi dan dikendalikan. Beberapa diantaranya ialah seperti perubahan pandangan kehidupan masyarakat lokal ke masyarakat global, kohesi sosial ke partisipasi demokratis, serta pertumbuhan ekonomi ke perkembangan kemanusiaan. Oleh karena itu, Rencana Strategis (Renstra) Unpad ditetapkan sebagai jawaban dari tuntutan tersebut dengan visi “Menjadi Universitas Unggul dalam Penyelenggaraan Pendidikan” untuk periode tahun 2007-2026.

Ketua Tim Penyusun Renstra Unpad 2012-2016, Prof. Sucherly, S.E., M.S., (kiri) dan , Prof. Dr. Sutyastie Soemitro, SE., MS., saat menyampaikan materi pada acara Sosialisasi Renstra Unpad 2012-2016, Jumat (19/10). (Foto: Tedi Yusup)

Renstra jangka panjang tersebut dirumuskan menjadi empat tahapan pengembangan Grand Strategy, yaitu Periode 2007-2011 dengan visi “Menjadi Universitas Pembelajaran Unggul (Excellent Teaching University), Periode 2012-2016 dengan visi “Menjadi Universitas Riset dan Pelayanan Bermutu (Research and Excellent Teaching University), Periode 2017-2021 dengan visi “Menjadi Universitas Berdaya Saing Regional (Regional Class University)”, serta Periode 2022-2026 dengan visi “Menjadi Universitas Berdaya Saing Internasional (Entrepreneurial World Class University)”.

Untuk Periode 2012-2016 sendiri, Renstra Unpad telah disahkan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 3397/UN6.RKT/HK/2012. Menurut Ketua Tim Penyusun Renstra Unpad 2012-2016, Prof. Sucherly, S.E., M.S., yang saat itu didampingi salah seorang anggota tim yang juga menjabat sebagai Sekretaris Senat Unpad, Prof. Dr. Sutyastie Soemitro, SE., MS., ada empat misi yang dijalankan berdasarkan visi yang telah dirumuskan pada periode ini.

Keempat misi tersebut ialah menjamin penyelenggaraan institusi unggul yang profesional dan akuntabel, menyelenggarakan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pengguna, mengelola penyelenggaran riset kelas dunia berbasis keunggulan lokal dalam pengembangan ilmu dan pemecahan masalah, serta membentuk insan akademik yang menjunjung tinggi keluhuran budaya lokal dan budaya nasional dalam keragaman budaya dunia.

“Misi tersebut akan tercapai apabila visi universitas telah jelas. Visi universitas sendiri tidak akan tercapai apabila visi fakultas belum tercapai. Dan visi fakultas pun tidak akan tercapai apabila visi masing-masing departemen/jurusan/program studinya belum tercapai,” kata Prof. Sucherly dalam kegiatan Sosialisasi Renstra Unpad 2012-2016 di Bale Rumawat Padjadjaran, Kampus Unpad Jln. Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (19/10).

Prof. Sucherly menungkapkan bahwa pada Renstra 2007-2011, Unpad baru fokus pada pembelajaran yang unggul seperti merancang kurikulum, dan model pembelajaran. Hal tersebut didasarkan pada terminologi  yang telah diganti oleh Dikti yaitu bukan pendidikan, penelitian, dan pengabdian, melainkan pembelajaran, peneltian, dan pengabdian. Oleh karena itu, pada periode selanjutnya, yakni 2012-2016 sudah difokuskan pada aspek penelitian atau riset.

“Periode ketiga dan keempat sudah terfokus pada tridharma pendidikan, yakni regional dan global, sehingga diharapkan tahun 2026 nanti, tiga terminologi tersebut sudah dilaksanakan oleh Unpad,” ujarnya.

Sosialisasi yang diikuti oleh para Pembantu Dekan dan Ketua Program Studi dari seluruh fakultas dan program studi di Unpad ini juga memuat perencanaan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) Unpad serta evaluasi kedua hal tersebut. Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor II Unpad, Prof. Dr. Rina Indriastuti, S.E., M.SIE., yang membuka acara tersebut, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi Unpad tahun 2012, IKK bagi Beasiswa, untuk Beasiswa Bidik Misi berjumlah 1942 dari target 2000. Beasiswa PPA dan BBM telah berjumlah 3000 dari target 3000 penerima. Beasiswa BLU berjumlah 285 melebihi target 250 penerima dan beasiswa dari masyarakat berjumlah 1780 dari target 2000 penerima.

Sementara  berdasarkan evaluasi IKK dosen, di Unpad, untuk dosen yang sudah menempuh S-2 berjumlah 1117 orang, S-3 berjumlah 501 orang, dan S-1 sebanyak 213 orang dengan target 81 orang harus melanjutkan kuliah S-2.

“Tahun 2014 nanti, kita sudah tidak boleh lagi menggunakan dosen berpendidikan S-1. Maka ditargetkan tahun 2013, 81 orang tersebut harus melanjutkan kuliah. Sisanya akan dipensiunkan atau dipindahkan ke administrasi,” ungkap Prof. Rina.*

Laporan oleh: Arief Maulana/mar

© 2014 Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang | Humas Unpad | DCISTEM Unpad