Melalui Sumpah Profesi, Perawat Haruslah Profesional dan Bertanggung Jawab

[Unpad.ac.id, 07/11/2012] Guna menjadi seorang perawat profesional dan benar-benar mengabdi kepada masyarakat, sebanyak 125 lulusan Program Profesi Ners Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Unpad mengucapkan sumpah profesi dalam Sidang Khusus Senat FIK Unpad yang bertajuk “Pengambilan Sumpah Ners Angkatan XXII Tahun Ajaran 2011/2012.

Para wisudawan Fakultas Ilmu Keperawatan Unpad pada Wisuda Gelombang I Tahun Akademik 2012/2013 di Aula Grha Sanusi Hardjadinata, kampus Unpad Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa (06/11). (Foto: Tedi Yusup)

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Auditorium Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jln. Eijckman No. 38 Bandung, Rabu (7/11) ini dipimpin langsung oleh Dekan FIK Unpad, Mamat Lukman, SKM., S.Kp., M.Si. Ia mengungkapkan, pengambilan sumpah ini merupakan tahap akhir dari perjuangan para lulusan sebagai perawat yang telah mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Oleh karena itu, sumpah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab lulusan sebagai seorang perawat.

Menurut ketua pelaksana kegiatan, Windy Rakhmawati, S.Kp., M.Kep., pengambilan sumpah ini bertujuan untuk mengembankan tanggung jawab profesi perawat kepada para lulusan agar ketika dihadapkan langsung ke masyarakat, para lulusan dapat menjadi perawat yang bertanggung jawab.

“Setiap mereka yang lulus dari jenjang profesi, sebelum masuk ke lapangan mereka harus diambil dulu sumpahnya sebagai perawat. Agar, pada saat turun ke lapangan, mereka pun betul-betul memiliki komitmen bahwa mereka ingin menjadi perawat profesional yang betul-betul bertanggung jawab terhadap dirinya, profesinya, maupun terhadap Tuhannya masing-masing,” ujar Windy saat ditemui sebelum pelaksanaan kegiatan.

Sebelum pengambilan sumpah profesi perawat, untuk jenjang Sarjana sendiri ada pengambilan sumpah sebagai mahasiswa praktik keperawatan. Sumpah tersebut merupakan tolok ukur bagi pengambilan sumpah profesi perawat saat mereka melanjutkan ke program profesi, dimana mereka diambil janjinya sebagai mahasiswa praktik yang bisa memberikan pelayanan kepada pasien dan menghormati guru-guru yang ada, baik yang ada di lapangan maupun di akademik.

“Untuk yang sekarang, baru dilakukan pengambilan sumpah sebagai seorang perawat,” tambah Windy.

Selanjutnya, perawat pun akan langsung terjun ke lapangan. Menurut Windy, masih banyak instansi-instansi atau daerah-daerah yang masih membutuhkan tenaga perawat. Oleh karena itu, FIK sendiri telah melakukan banyak kerja sama dengan pemerintah dan instansi. Saat ini pun, perawat di Indonesia tengah memperjuangkan hak perlindungan terhadap perawat melalui Rancangan Undang-undang Keperawatan yang nantinya diharapkan akan melindungi profesi keperawatan di dalam melaksanakan tugasnya.

Windy sendiri berharap agar perawat lulusan Unpad ini dapat menjadi perawat yang profesional, yang bukan saja memiliki pengetahuan yang baik, juga memiliki keterampilan yang baik. “Selain itu, perawat pun ditekankan harus memiliki sikap dan perilaku yang baik, karena sekarang perawat itu benar-benar dihadapkan dengan masyarakat. Tujuannya pun betul-betul ingin melayani pasien dengan baik dan ingin meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” harap Windy.*

Laporan oleh: Arief Maulana/mar