Rektor Unpad, “Melalui Proses Pendidikan, Unpad Telah Bekali Lulusannya Untuk Hadapi Tantangan Hidup”

[Unpad.ac.id, 06/11/2012] Prosesi wisuda hanyalah sekedar ritual dari selesainya proses pembelajaran di sebuah kampus. Kuliah di perguruan tinggi yang kemudian diakhiri dengan wisuda hanyalah salah satu tahap kesuksesan dalam hidup. Justru, tantangan hidup yang sebenarnya menghadang muncul setelah wisuda. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Unpad melalui proses pendidikannya telah memberikan berbagai bekal bagi para lulusan.

Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia saat menyampaikan pidato pada upacara pelepasan Wisuda Gelombang I Tahun Akademik 2012/2013 di Aula Grha Sanusi Hardjadinata, kampus Unpad Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa (06/11). (Foto: Tedi Yusup)

“Melalui proses pendidikan, Unpad telah memberikan bekal untuk menghadapi tantangan hidup tersebut. Sekarang saatnya lah bekal pendidikan tersebut digunakan,” ujar Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, dalam pidato upacara pelepasan Wisuda Gelombang I Tahun Akademik 2012/2013 di Aula Grha Sanusi Hardjadinata, kampus Unpad Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa (06/11).

Dalam rangka memberikan tambahan bekal dalam memasuki dunia kerja para wisudawan, Unpad juga telah menyiapkan program pelatihan atau lokakarya “Pengembangan Karir dan Orientasi Masa Depan”. Lokakarya itu sendiri akan diisi oleh beberapa materi seperti pembuatan surat lamaran, pembuatan Curriculum Vitae, teknik wawancara, pengembangan kepribadian, dan sebagainya. Kegiatan ini sendiri akan mulai dilaksanakan pada tanggal 13 November mendatang. Bagi para lulusan Unpad yang tertarik untuk mengikuti kegiatan ini dapat mendaftarkan diri di halaman situs http://alumni.unpad.ac.id/

“Kami mengundang para wisudawan untuk memanfaatkan lokakarya ini. Tinggal mendaftar dan tidak dipungut biaya apapun,” tegas Rektor.

Pelatihan-pelatihan pengembangan karir dan profesi ini akan diberikan pula kepada para mahasiswa. Dewasa ini, semua fakultas yang ada di Unpad pun telah merancang dan mempersiapkan berbagai pelatihan tersebut.

Diakhir, Rektor juga berpesan bahwa sesungguhnya kesuksesan dalam menjalani hidup nanti akan sangat tergantung kepada diri masing-masing. Ia juga mengingatkan bahwa biaya pendidikan para wisudawan sebagian besar merupakan uang dari rakyat. Oleh karena itu, inilah saatnya para lulusan Unpad untuk kembali pada masyarakat dan mengabdi disana.

“Sekarang ini, saatnya saudara berbakti kepada rakyat yang telah ikut serta membiayai saudara-saudara,” ucap Rektor.

Pada pelaksanaan Wisuda Gelombang I T.A. 2012/2013 yang dilaksanakan dalam Sidang Terbuka Senat Universitas ini dipimpin langsung oleh Rektor Unpad merangkap Ketua Senat Universitas, Prof. Ganjar Kurnia. Wisuda gelombang ini akan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut dari mulai tanggal 6-8 November yang akan dibagi ke dalam 5 sesi. Peserta Wisuda yang akan dilantik sebanyak 2.583 orang terdiri dari Program Diploma III dan Diploma IV, Program Sarjana, Pendidikan Spesialis dan Profesi, serta Program Pascasarjana.

[nggallery id=10]

Selain wisudawan yang mengikuti prosesi Wisuda Gelombang I T.A. 2012/2013, Unpad juga telah menghasilkan 40 orang Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter hasil Twinning Program dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Mereka telah diwisuda di UKM tanggal 20 Oktober 2012 lalu. Mereka adalah warga negara Malaysia dan wisudawan angkatan pertama dari 7 angkatan yang mengikuti Twinning Program Unpad-UKM.

Dalam Wisuda Gelombang I T.A. 2012/2013, ada beberapa orang yang patut mendapatkan ucapan selamat secara khusus, yaitu yang mencapai IPK tertinggi, menyelesaikan studi tercepat, lulusan termuda, dan lulusan tertua. Mereka adalah wisudawan yang memiliki IPK tertinggi, untuk Program Doktor diraih oleh Deni Efizon dari Ilmu Pertanian dan Artiawati dari Ilmu Psikologi dengan IPK 4, 00. Untuk Program Magister diraih oleh Avri Kundai Mhembere dari Program Studi Ilmu Politik, FISIP, dengan IPK 4,00. Untuk Program Spesialis diraih oleh Irma Racmatina dari Program Studi Ilmu Konservasi Gigi, FKG, dengan IPK 3,87. Untuk Program Profesi diraih oleh Adinda Dirgantari dan Stephanie dari program studi Profesi Kedokteran Gigi, FKG, dengan IPK 3,97. Untuk Program Sarjana diraih oleh Kurniawan, dari Program Studi Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan, dengan IPK 3,95. Untuk Program D-III diraih oleh Indi Pertiwi, dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dengan IPK 3,78.

Sementara itu, untuk wisudawan dengan masa studi tercepat untuk Program Sarjana adalah Mohamad Noor Rizal, dari Program Studi Sastra Inggris, FIB, dengan masa studi 3 tahun. Untuk wisudawan termuda Program Sarjana yaitu Gema Gempita, dari Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, FKG, pada usia 19 tahun 10 bulan. Sedangkan wisudawan tertua untuk Program Doktor adalah Hadi Yusuf, dari Ilmu Kedokteran pada usia 65 tahun 12 bulan, dan untuk Program Magister yaitu Ayustia Ananta Wirmala, dari program studi Ilmu Sastra, FIB, pada usia 67 tahun 7 bulan.*

Laporan oleh: Indra Nugraha/mar