Waspada, SMS dan Telepon Penipuan Mengatasnamakan Rektor Unpad Kembali Terjadi

[Unpad.ac.id., 9/11/2012] Bunga (nama samaran), tidak menduga bahwa SMS dan telepon yang mengatasnamakan Rektor Unpad kepadanya adalah penipuan. Mahasiswi Fakultas Peternakan Unpad ini mengaku telah dikirim SMS yang mengatasnamakan Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, untuk mengikuti seminar yang akan dilaksanakan di Bali. Bukan hanya SMS, pelaku pun menelepon Bunga untuk segera mentransfer sejumlah uang ke rekening pelaku.

Logo Unpad *

Kejadian tersebut bermula ketika Bunga mendapat SMS dari nomor 08567005967 mengenai undangan seminar pada Selasa (06/11) sekitar pukul 15.26. Isi dari SMS tersebut berbunyi seperti ini, “Sy Bpk Deni Badaruddin (Kasubag Kmhswaan Unpad) Yth, Bunga (nama samaran), diminta hubungi sekarang Bpk Prof. GANJAR KURNIA 08161923173 ditunjuk hadir dalam seminar Nasional Pengembangan Karakter dan Kewirausahaan Mahasiswa dari DP2M Dikti Tgl 10/11 Nov di Htl Nusa Dua Bali. Trims.”

Bunga pun mencoba mengirim SMS ke nomor yang disuruh oleh pelaku, yakni ke 08161923173. Esok paginya, Rabu (08/11), pelaku menelepon Bunga untuk mengonfirmasi kehadiran Bunga dalam seminar tersebut. Pelaku pun berdalih akan mengirim biaya akomodasi ke rekening Bunga sebesar 5 juta rupiah. Pelaku pun menyuruh Bunga untuk pergi ke ATM dengan dalih mengecek uang akomodasi yang akan dikirmkan ke rekeningan Bunga.

“Saya pikir, karena saya akan diakomodasi oleh Unpad, sontak saya senang dan nurut-nurut aja saat pelaku menyuruh saya pergi ke ATM,” paparnya kepada Humas Unpad, Rabu (08/11).

Bersama kedua orang tuanya, Bunga pun menuturkan, setelah di ATM, ia pun diminta pelaku untuk mengikuti instruksi yang diperintahkan oleh pelaku, salah satunya ialah menyuruh Bunga mentransfer sejumlah uang. “Di situ saya sempat bingung, kenapa saya harus mentransfer uang ke rekening orang itu, tapi orang itu berjanji akan mengirim balik uang yang saya transfer ditambah dengan uang 5 juta untuk akomodasi,” ujarnya sambil menangis.

Pelaku pun ngotot bahwa itu sudah menjadi prosedur yang sudah ditetapkan oleh pihak panitia. Setengah membentak, pelaku pun menyuruh Bunga untuk segera transfer sejumlah uang kepadanya sambil meyakinkan Bunga dengan menyebutkan NPM dan nama orang tuanya.  Bunga pun akhirnya mentransfer ke rekening pelaku.

Di waktu yang sama, pelaku pun menelepon ibu dari Bunga dengan modus memberitahukan bahwa Bunga terpilih sebagai mahasiswa berprestasi yang akan mengikuti seminar nasional. Ia pun disuruh pelaku untuk pergi ke bank guna mengecek biaya akomodasi yang akan dikirimkan. Masih dengan modus yang sama, pelaku pun menyuruh ibunya untuk mengirim sejumlah biaya ke rekeninga pelaku. Namun, aksi tersebut urung dilakukan karena ibunya sadar bahwa ini adalah tindak penipuan.

“Saya sadar bahwa ini penipuan, saya langsung telepon anak saya dan saya langsung lemas ketika tahu anak saya sudah transfer ke pelaku,” ujarnya.

Kedua orang tua Bunga pun berharap bahwa kasus ini segera diusut tuntas, baik oleh Polisi, pihak bank dan Unpad. Mereka pun mewanti-wanti kepada seluruh mahasiswa agar lebih berhati-hati ketika mendapat pesan serupa. Jangan langsung percaya dan termakan oleh omongan pelaku. Sebab, kasus penipuan ini tidak hanya menimpa Bunga, namun teman-teman Bunga pun sempat ada yang dikirim SMS serupa.

Kasus penipuan berkedok seminar dengan mengatasnamakan Rektor Unpad bukan hanya terjadi kali ini. Berdasarkan penelusuran Humas Unpad, penipuan berupa SMS dan telepon sering ditujukan kepada mahasiswa, alumni, hingga dosen. Menurut Kepala UPT Humas, Weny Widyowati, M.Si, civitas akademika diharapkan lebih berhati-hati dengan kasus penipuan tersebut. “Berhati-hati dengan informasi serupa, lebih baik cari informasi dari sumber berita yang bisa dipercaya, yaitu website, atau twitter resmi Unpad,” ujarnya.

Informasi bisa pula diperoleh dengan datang langsung ke Humas Unpad di Gedung Rektorat Unpad Lantai 1 Kampus Jatinangor,  melalui telepon Humas Unpad di nomor (022) 84288866 atau email ke humas@unpad.ac.id.  *

Laporan oleh: Arief Maulana / eh*