14 Desember 2012

Unpad Buka Dua Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2013

[Unpad.ac.id, 13/12/2012] Jelang Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2013,  Unpad akan menerima mahasiswa baru melalui dua jalur yang telah ditentukan yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Informasi terkait tentang kedua jalur tersebut dapat dibuka di laman http://snmptn.ac.id/.

Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia (kiri) dan Wakil Rektor I Unpad, Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno, MS, dalam Jumpa Pers Sosialisasi PMB 2013 di Tingkat Nasional maupun di Lingkungan Unpad yang bertempat di Executive Lounge Lt. 2 Gedung 2, kampus Unpad Dipati Ukur, Kamis (13/12). (Foto: Dadan T)

Untuk kuota kedua jalur tersebut, Unpad sendiri mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana, dimana berdasarkan ketentuan tersebut, Unpad akan menerima sekitar 60% mahasiswa baru melalui SNMPTN dan sisanya sebesar 40% diambil melalui jalur SBMPTN.

“Unpad memiliki daya tampung mahasiswa baru sekitar 7000 orang, maka 60 persennya sekitar 4200 orang untuk jalur SNMPTN jalur undangan dan 2800 orang untuk jalur SBMPTN,” jelas Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia dalam Jumpa Pers Sosialisasi PMB 2013 di Tingkat Nasional maupun di Lingkungan Unpad yang bertempat di Executive Lounge Lt. 2 Gedung Rektorat Baru Lantai 2, kampus Unpad Dipati Ukur, Kamis (13/12).

Berdasarkan kebijakan pemerintah, SNMPTN tahun 2013 sama halnya dengan jalur SNMPTN Undangan yang diterapkan pada tahun lalu. SNMPTN kali ini tidak menggunakan jalur ujian tulis dan tidak dipungut biaya apapun. Penilaian yang digunakan dalam penerimaan melalui SNMPTN 2013 nanti berbasis kepada  rapor dan prestasi siswa itu sendiri di sekolah asalnya. Namun, jika pada tahun sebelumnya SNMPTN Undangan berbasis akreditasi sekolah maka pada tahun ini semua sekolah bebas melakukan pendaftaran.

Dikatakannya, sekolah-sekolah itu juga nantinya dapat mengirimkan sejak awal nilai rapor siswa ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Oleh karena itu, diminta peran aktif sekolah dalam hal ini untuk ikut membantu suksesnya SNMTN mendatang. “Kedepan, data itu bukan hanya data kelas tiga saja, jadi setiap semester diharapkan sekolah itu dapat memberikan, memasukkan nilai siswanya,” ujar Rektor.

Berdasarkan pada itu semua, universitas sendiri akan melakkukan seleksi dari rapor dan prestasi lain yang dimiliki oleh siswa berdasar laporan yang diberikan oleh sekolahnya. Seleksi ini sendiri merupakan hak dari setiap universitas yang menyelenggarakan. “Penilaiananya akan dilaksanakan di universitas masing-masing, karena peraturan mengatakan bahwa penerimaan ini merupakan hak dan kewenangan universitas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rektor juga menjelaskan bahwa Unpad sendiri telah memiliki beberapa formula mengenai teknik penilaian yang akan dikelolanya nanti. Ia juga memiliki pandangan bahwa setiap sekolah itu tidak sama maka penilaiannya tersendiri ada dalam tanda petik pembobotan sekolah. Selain itu dilihat pula performa sekolah dan para lulusan sekolah tersebut  terdahulu.

Berkenaan dengan Ujian Nasional, Rektor juga mengatakan bahwa mungkin saja itu dijadikan salah satu parameter dalam penilaian. Namun, untuk sementara ini, ujian nasional hanya dipertimbangkan dalam hal lulus atau tidaknya seorang siswa. “Kalau hasil ujian nasional bisa lebih cepat keluar, mengapa tidak kita juga akan coba memasukkan item ujian nasional sebagai tambahan pembobot dari penerimaan mahasiswa baru,” ungkapnya.

Sementara itu untuk jalur SBMPTN, Rektor juga menegaskan bahwa ini merupakan jalur mandiri yang dilakukan bersama-sama dengan universitas lainnya secara nasional biaya. SBMPTN sendiri didasarkan atas hasil tes tertulis yang dilakukan para calon mahasiswa baru dan biaya untuk SBMPTN sendiri sepenuhnya menjadi beban peserta.*

Laporan oleh: Indra Nugraha/mar

© 2014 Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang | Humas Unpad | DCISTEM Unpad