21 Januari 2013

Tim Unpad Akan Lakukan Sosialiasi SNMPTN 2013 ke Seluruh Kota / Kabupaten se-Jawa Barat

[Unpad.ac.id, 21/01/2013] Pada Tahun Akademik 2013/2014, pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mengalami perubahan. Oleh karena itu, tiap-tiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menyosialisasikan mekanisme dari SNMPTN ke tiap-tiap Kepala Sekolah berdasarkan lokasi provinsinya dari tanggal 7 Desember lalu sampai 30 Januari mendatang.

Logo Unpad *

Unpad sendiri melaksanakan sosialisasi ke setiap kabupaten di Jawa Barat dari tanggal 21 – 30 Januari 2013. Menurut Wakil Rektor 1 Unpad, Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno, M.S., pelaksanaan sosialisasi yang baru dimulai hari ini, Senin (21/01) karena menunggu dahulu peluncuran program “Unpad Nyaah ka Jabar” yang resmi diluncurkan pada Kamis (10/01) lalu. “Jadi sosialisasi SNMPTN oleh kita sekaligus untuk menyosialisasikan program Unpad Nyaah ka Jabar ke 26 kabupaten di Jawa Barat,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Rektorat Kampus Unpad Jatinangor, Senin (21/01).

Istilah SNMPTN kini mengacu kepada seleksi melalui jalur undangan (prestasi). Sementara ujian tertulis yang pada tahun lalu disebut SNMTPN Ujian Tulis kini disebut Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Untuk jenjang S-1, Unpad tidak lagi mengadakan seleksi masuk melalui ujian mandiri Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP).

Terkait sosialisasi mekanisme seleksi masuk terbaru itu, lebih lanjut Prof. Engkus mengungkapkan,  tim sosialisasi Unpad terdiri dari 5 orang per kabupaten. Kelima orang tersebut meliputi, 2 – 4 orang perwakilan dari universitas (dekan, kepala biro, wakil rektor, hingga rektor sendiri) serta 1 orang presenter untuk menjelaskan program SNMPTN dan Unpad Nyaah ka Jabar.

“Kita sudah mendapat kabar, beberapa PTN yang lain pun sudah terlebih dahulu melaksanakan sosialisasi. Untuk itu, kita lakukan sosialisasi SNMPTN sebagai penjelas dari kegiatan sosialisasi sebelumnya sekaligus menyampaikan program Unpad Nyaah ka Jabar. Intinya, sosialisasi Unpad Nyaah ka Jabar dalam konteks SNMPTN,” ujar Prof. Engkus.

Adapun materi yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut ialah penjelasan mengenai SNMPTN Jalur Undangan dan Unpad Nyaah ka Jabar. Untuk SMPTN Jalur Undangan tahun ini, tiap-tiap sekolah wajib mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) di laman https://pdss.snmptn.ac.id/ paling lambat tanggal 24 Januari 2013. PDSS sendiri adalah sistem dimana sekolah memasukkan nilai rapor siswa untuk proses seleksi SNMPTN. Nilai dimasukkan bersamaan dengan periode penilaian rapor siswa tiap semester.

Setelah pengisian PDSS selesai, tiap-tiap siswa per sekolah melakukan verifikasi data PDSS mulai tanggal 24 Januari sampai 8 Februari 2013. Setelah uji verifikasi selesai, pada tanggal 8 Februari sampai 8 Maret 2013, masing-masing siswa memilih program studi sesuai dengan kehendaknya.

“Terkait dengan pengisian PDSS, kita sendiri sudah membuka layanan informasi apabila ada sekolah yang mengalami kesulitan dalam mengisinya dari hari ini sampai tanggal 8 Februari,” tambah Prof. Engkus.

Terkait dengan program Unpad Nyaah ka Jabar, Unpad menargetkan akan menerima 2 orang mahasiswa per kabupaten untuk 42 program studi yang ada di Unpad. Sehingga, setiap kabupaten / kota memiliki 84 wakilnya, dan total mahasiswa dari 26 kabupaten di Jawa Barat yang berkuliah di Unpad berjumlah 2.184 orang. “Saat ini di FISIP sendiri ada 1 program studi baru yaitu Ilmu Politik, sehingga total mahasiswa pun akan bertambah,” ujar Prof. Engkus.

Program Unpad Nyaah ka Jabar sendiri menggunakan seleksi SNMPTN Jalur Undangan. Program affirmative action tersebut diambil berdasarkan presentase nilai tertinggi dari calon mahasiswa saat seleksi SNMPTN Jalur Undangan. Dari presentase tersebut, diambil 2 orang calon mahasiswa dengan untuk diikutsertakan dalam Program Unpad Nyaah ka Jabar. Namun, tidak tertutup kemungkinan akan ada mahasiswa tambahan dari tiap kabupaten yang masuk ke Unpad melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Kita harapkan sekitar 60 – 70 % calon mahasiswa Unpad berasal dari Jabar melalui program ini,” tegas Prof. Engkus.

Prof. Engkus pun berharap, kepala sekolah dan siswa dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya informasi dalam kegiatan sosialisasi ini. Untuk itu, Prof. Engkus pun meminta para kepala sekolah untuk segera mengisi PDSS sekolahnya dengan akurat dan cermat sebelum tanggal yang telah ditentukan. Para siswa pun harus melakukan verifikasi nilai rapor agar tidak ditemukan data yang invalid. Sebab, apabila terlambat atau ditemukan data yang tidak sesuai, maka sekolah yang bersangkutan tidak bisa mengikuti seleksi SNMPTN. “Ini juga menyangkut dengan reputasi sekolahnya,” pungkasnya.*

Laporan oleh Arief Maulana / eh *

Tautan

 

 

Media Sosial