18 June 2013

Pembayaran Biaya Kuliah Mahasiswa Baru Masih Bisa Dilakukan Hingga 19 Juni 2013

[Unpad.ac.id, 18/06/2013] Registrasi calon mahasiswa baru Unpad TA 2013/2014 Jalur SNMPTN telah dilakukan mulai hari ini, Selasa (18/06) hingga Rabu (19/06). Pembayaran biaya kuliah sendiri secara teknis paling lambat dilakukan pada 17 Juni lalu. Namun, masih banyak calon mahasiswa yang belum membayar biaya kuliah tersebut.

Salah seorang mahasiswa baru yang telah menyelesaikan proses registrasi administrasi menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa Unpad (Foto: Tedi Yusup)*

Wakil Rektor I Unpad, Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno, M.S., mengatakan, pembayaran biaya kuliah masih bisa dilakukan hingga tanggal 19 Juni 2013. Ini berkaitan dengan masih banyaknya kendala yang terjadi pada saat akan penentuan biaya kuliah setiap calon mahasiswa.

Ada beberapa kendala yang ditemukan, salah satunya yaitu kesalahan mengisi data penghasilan orang tua, sehingga biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang ditetapkan tidak sesuai kemampuan. Berdasarkan data dari Subbagian Registrasi Biro Administrasi Akademik Unpad, jumlah calon mahasiswa yang meminta penangguhan pembayaran sekitar 270 orang.

Menindaklanjuti kendala tersebut, Prof. Engkus menjelaskan, Unpad sendiri membuka layanan helpdesk di Layanan Terpadu untuk memfasilitasi kendala tersebut.“Kami memfasilitasi permasalahan yang terjadi dengan bantuan helpdesk. Kita targetkan help desk sendiri bersifat one day service,” ujar Prof. Engkus saat ditemui pada saat pelaksanaan registrasi SNMPTN Unpad, Selasa (18/06).

Adapun pembayarannya sendiri dapat dilakukan di bank-bank yang menjadi mitra pembayaran biaya kuliah di Unpad. Ia pun menambahkan, bank tersebut sudah membuka stand pada saat pelaksanaan registrasi di area Sarana Olah Raga Balai Santika Unpad dan Gedung PPBS Unpad untuk lebih memfasilitasi pembayaran tersebut.

Bagaimana jika pembayaran dilakukan setelah pelaksanaan registrasi SNMPTN? Prof. Engkus menjelaskan, jika memungkinkan Unpad sendiri akan memfasilitasi apabila terdapat calon mahasiswa yang belum membayar dan registrasi. “Ini tentunya akan berpengaruh untuk pelaksanaan registrasi. Selama memungkinkan, kita akan layani keterlambatan pembayaran dan registrasi tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Prof Engkus juga menegaskan bahwa tarif UKT untuk jalur SBMPTN disesuaikan dengan biaya SMUP pada tahun lalu yang disesuaikan dengan Permendikbud No 55 Tahun 2013 tentang Biaya Kuliah Tunggal. Artinya, calon mahasiswa dari jalur SBMPTN membayar biaya UKT kategori on top.

“Intinya SBMPTN adalah jalur mandirinya Unpad dengan menggunakan seleksi bersama secara nasional,” ujar Prof. Engkus.

Lebih lanjut Prof. Engkus mengungkapkan, inti dari penghitungan tarif UKT adalah unit cost dikurangi biaya BOPTN. Kemudian, hasil penghitungan tersebut disesuaikan kembali oleh Kemendikbud berdasarkan Indeks Kemahalannya. Indeks Kemahalan ini menghitung kebutuhan setiap program studi, sehingga kelompok prodi Kesehatan, Teknik, dan Eksakta, Indeks Kemahalannya lebih tinggi daripada kelompok prodi Soshum.

“UKT adalah unit cost dikurangi BOPTN, kemudian dikalikan dengan Indeks Kemahalan. Hasilnya adalah tarif UKT yang berurut,” kata Prof. Engkus.

Masih menurut Prof. Engkus, jika memang ada calon mahasiswa yang tidak mampu membayar tarif UKT yang ditentukan, maka Unpad sendiri akan menyediakan program beasiswa. “Untuk SBMPTN tidak ada pengurangan biaya kuliah. Namun, Unpad menyediakan sejumlah paket beasiswa bagi mahasiswa yang memiliki indeks prestasi tinggi, dan beberapa bank mitra Unpad menyediakan paket pinjaman untuk membantu pembayaran,” pungkas Prof. Engkus.*

Laporan oleh Arief Maulana / eh *

Lampiran:
Peraturan Rektor Unpad tentang Uang Kuliah Mahasiswa Baru Program Sarjana dan Diploma di Lingkungan Unpad