Selain Menghasilkan Penghematan, Inovasi Teknologi Juga Dapat Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

[Unpad.ac.id, 11/12/2014] Inovasi teknologi informasi sangat diperlukan pada berbagai bidang, termasuk kesehatan. Pada bidang kesehatan, inovasi teknologi diantaranya dapat diterapkan untuk perawatan pasien, manajemen rumah sakit, dan riset.

Logo Unpad *

Logo Unpad *

Hal tersebut disampaikan Soleh Al Ayubi, Ph.D pada General Lecture “IT-based Innovation in Healthcare: Requirement, Action, and Lesson Learn from Boston Children Hospital” di Bale Rucita, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Kamis (11/12). Ayub merupakan seorang Application Development Specialist pada Innovation Acceleration Program di Boston Children’s Hospital.

Ayub menuturkan, inovasi teknologi dapat diterapkan pada berbagai kegiatan di rumah sakit, mulai dari pendataan pasien hingga kegiatan petugas kebersihan. Berbagai inovasi dibutuhkan untuk mempermudah aktivitas pelayanan kesehatan, sehingga pelayanan dapat lebih efektif dan efisien. Bukan hanya dapat meningkatkan derajat kesehatan, tetapi juga dapat menghemat waktu, tenaga, dan materi.

“Inovasi itu tidak murah. Tapi kalau kita bicara mengenai saving yang kita lakukan, tentu lebih besar,” ungkap Ayub. Ia mencontohkan salah satu inovasi yang telah diterapkan Boston Children’s Hospital, yakni Aggregated Local Information Collected Electronically (ALICE), dimana pendataan pasien dilakukan secara elektronik. Walaupun terlihat sederhana, namun ternyata program tersebut dapat menghemat pengeluaran rumah sakit hingga 4 juta dolar AS setahun dan dapat menghemat waktu sekitar 5 menit dalam satu jam.

Selain itu, Ayub juga berpesan bahwa sebuah inovasi itu harus cepat. Bukan hanya karena harus cepat dalam pemenuhan kebutuhan dan mengikuti perkembangan yang ada, tetapi juga karena bersaing dengan perusahaan lain yang juga giat membuat inovasi. “Jika tidak cepat maka kita akan telat. Ada perusahaan lain yang bisa buat lebih cepat. Jadi balapan sama mereka,” ujarnya.

Dalam membuat inovasi, hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah perlunya kesiapan dalam menghadapi resiko untuk gagal, pentingnya memperhatikan hukum yang berlaku, serta perlunya komunikasi yang baik terutama saat menyosialisasikan produk. Disamping itu, perlu juga adanya kolaborasi. “Sangat jarang riset dilakukan oleh satu departemen,” ujarnya.

Sementara Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Unpad, Dr. med. Setiawan, dr., menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bagian dari wisata dan silaturahmi ilmiah. Dengan digelarnya kegiatan ini, bukan hanya dapat menciptakan ide baru terkait penerapan teknologi informasi dalam bidang kesehatan, tetapi yang paling penting adalah menciptakan kolaborasi dari berbagai bidang ilmu.

“Kita ingin mendorong pendekatan kolaboratif, lebih dari interdisiplin, tetapi ke transdisiplin,” ujar Dr. Setiawan.

Kegiatan kuliah umum ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi terkait teknologi informasi dan kesehatan. Acara dimoderatori oleh Ketua Program Studi Teknik Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unpad, Dr. Setiawan Hadi, M.Sc. CS.*

 

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh