PSM Unpad Berjaya di Festival Paduan Suara ITB dan ITB International Choir Competition 2015

[Unpad.ac.id, 11/02/2015] Menerapkan keyakinan “di atas langit masih ada langit”, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Unpad berhasil menjuarai dua kompetisi Paduan Suara bergengsi yang digelar Institut Teknologi Bandung (ITB). Dua kompetisi tersebut yaitu Festival Paduan Suara ITB (FPS ITB) dan 2nd ITB International Choir Competition (IICC).

Paduan Suara Mahasiswa Unpad yang menjadi juara pertama di Festival Paduan Suara ITB di Bandung, awal Februari 2015 *

Paduan Suara Mahasiswa Unpad yang menjadi juara pertama di Festival Paduan Suara ITB di Bandung, awal Februari 2015 *

Pada ajang FPS ITB 2015 pada 28 Januari – 1 Februari 2015, Kelompok Paduan Suara Pria PSM Unpad yang terdiri dari 35 penyanyi pria dan 1 dirigen berhasil meraih juara setelah memperoleh poin 90,29. Jumlah tersebut merupakan poin tertinggi yang diraih dari semua kategori yang ada, sehingga PSM Unpad menang mutlak menjadi Juara Pertama di kompetisi Paduan Suara tertua di Indonesia itu.

Sementara pada ajang 2nd IICC pada 3 – 7 Februari, PSM Unpad yang terdiri dari 50 penyanyi pria dan wanita serta 1 orang dirigen berhasil menjadi juara umum setelah berkompetisi dengan 5 kelompok paduan suara lainnya pada kompetisi final.

Sebelumnya, PSM Unpad berhasil menjadi pemenang pada kategori Adult Choirs-Historical. Pada kategori ini, mereka membawakan lagu-lagu masa kebangkitan paduan suara pada zaman Romantik, Renaisans, dan Baroque di hadapan para juri yang merupakan dirigen internasional.

Viddy Naufal, Manager Project Development PSM Unpad sempat tidak menyangka bisa meraih juara dengan poin tertinggi. Persiapan yang telah dilakukan sejak bulan November lalu pun terbayar dengan kepuasan menjadi juara.

“Ini adalah kompetisi tingkat tertinggi dimana untuk bisa masuk ke kompetisi ini melewati penyaringan yang relatif ketat,” ungkapnya saat diwawancarai Humas Unpad, Selasa (10/02).

Dzulfiqar Abduljabbar, Assistant Manager Project Development PSM Unpad, menambahkan, menjadi juara bukanlah target utama yang dicari oleh PSM Unpad. “Yang diajarkan oleh pelatih kami, Arvin Zaenullah, dalam kompetisi itu bukan masalah harus menang, tapi bagaimana kita bisa membuat penonton terhibur dan tersentuh hatinya,” ujar mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini.

PSM Unpad saat jadi juara umum 2nd ITB International Choir Competition *

PSM Unpad saat jadi juara umum 2nd ITB International Choir Competition *

Menerapkan keyakinan “di atas langit masih ada langit”, PSM Unpad melihat potensi dan kelebihan kelompok paduan suara lainnya. Pada saat latihan, mereka selalu ditekankan bagaimana kelompok lain melakukan latihan secara militan.

“Kami sendiri harus membagi waktu dengan berbagai kegiatan. Di FPS, akhirnya kami puas dengan pertunjukan kami dan saat turun panggung kami semua meneteskan air mata,” kenang Viddy.

Meski belum maksimal pada babak kompetisi, apresiasi meriah oleh para penonton terlihat saat PSM membawakan komposisi “Binnamma” karya Albert Grau, komponis asal Venezuela, saat grand final IICC.

“Niat kami menyampaikan pesan dan arti lagu pada penonton sehingga penonton akan selalu mengingat kami,” imbuhnya.

Dengan perolehan juara di dua ajang bergengsi ini merupakan momentum bagi PSM Unpad untuk mempersiapkan diri tampil di pentas internasional selanjutnya. Rencananya, pada bulan April nanti PSM Unpad akan tampil di beberapa kota di negara Slovenia dan di Budapest, Hongaria. Di sana, mereka tampil dengan mengusung program Indonesia Kirana.

“Kami persembahkan tiga trophy ini untuk Unpad, bukan sebagai pembuktian bahwa kami merupakan UKM terbaik tapi untuk memotivasi dan menginspirasi. Kami pun sangat mengharapkan doa dan dukungan dari semua pihak untuk bisa tampil di Slovenia nanti,” pungkas Viddy.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh