Agriland, Gagasan Sentra Agribisnis Terpadu di Tol Laut

[Unpad.ac.id, 14/09/2015] Untuk mengurangi disparitas harga komoditas pertanian dan mengatasi fluktuasi harga komoditas bahan pokok, empat mahasiswa Universitas Padjadjaran ini memiliki gagasan untuk membuat sentra agribsinis Indonesia terpadu di tol laut bernama Agriland. Gagasan ini pun dituangkan dalam Program Kretaivitas Mahasiswa (PKM) Gagasan Tertulis dan berhasil lolos untuk menjadi salah satu peserta di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2015.

Tim Agriland (Foto oleh: Dadan T.)*

Tim Agriland, kiri ke kanan: Rafika Nuraini, Eliza Mardian, Irma Amalia Samsudin, dan Maya Nordian (Foto oleh: Dadan T.)*

Empat mahasiswa tersebut adalah Rafika Nuraini, Eliza Mardian, Irma Amalia Samsudin, dan Maya Nordian dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Unpad. Mereka, dengan dukungan dosen pendamping Dr. Ir. Lucyana Trimo, MSIE., memiliki gagasan mengenai Agriland karena merasa miris dengan besarnya biaya logistik yang turut membebani perekonomian Indonesia.

Dengan menerapkan Supply Chain Management (SCM), Agriland berusaha mengatasi kelangkaan stok di suatu daerah, serta disparitas dan fluktuasi harga komoditas bahan pokok. Konseop Agriland ini pun turut mendukung program Tol Laut yang digagas pemerintah saat ini.

“Jadi konsepnya tuh semacam distribution center dari berbagai pulau. Jadi kita punya titik-titik yang tersebar dari seluruh pulau di Indonesia, dan nanti dari titik-titik itu mengumpulkan produk pertanian di Agriland,” jelas Eliza.

Keempat mahasiswa ini menggagas, Agriland sendiri akan berada di Pulau Kangean, Jawa Timur. Pulau ini dipilih karena lokasinya yang strategis, dan berada diantara pelabuhan-pelabuhan besar di Indonesia.

Di Agriland, akan terdapat berbagai produk unggulan di bidang pertanian dari seluruh penjuru Indonesia, mulai dari bahan mentah hingga olahan, bahkan kerajinan tangan dari hasil pertanian. Hal ini akan menjadikan Agriland sebagai basis konektivitas sentra pemasaran Agribisnis dari berbagai pulau di Indonesia.

agriland2Aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) pun diterapkan, untuk mengontrol permintaan dan penawaran di setiap daerah. “Tiap daerah itu kekurangan apa aja sih, apa kelebihannya, nanti melalui SIM bisa menentukan apa supply-nya,” ujar Rafika.

Misalnya saja Papua membutuhkan hasil pertanian dari Sumatera, maka tidak perlu jauh-jauh ke Sumatera karena akan dibantu oleh Agriland. Dengan demikian, harga dari komoditas pun akan tetap terjaga.

“Di barat sama timur kadang beda ketersediaannya. Itu yang menyebabkan perbedaan harga. Supaya kita sama harganya, jadi yang kelebihan dikasih ke yang kekurangan. Didistribusikan melalui Agriland,” jelas Eliza.

Selain untuk menguatkan sektor pertanian Indonesia, Agriland juga diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan sektor pariwisata. “Kita juga bisa menjadikan tempat itu sebagai tempat wisata yang menjadi ikon Indonesia,” ujar Maya.

Melalui gagasan Agriland ini, mereka pun berharap dapat membawa prestasi terbaik untuk Unpad di ajang Pimnas nanti. “Harapannya bisa memberikan yang terbaik untuk almamater,” harap Irma.*

agriland

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh *