Choped, Kenalkan Budaya Jawa Barat Melalui Coklat Padjadjaran

[Unpad.ac.id, 15/09/2015] Berawal dari keprihatinan mengenai masih minimnya perhatian masyarakat terhadap kebudayaan khas Jawa Barat, lima mahasiswa Universitas Padjadjaran ini memiliki ide untuk berkreasi mengenalkan budaya Jawa Barat melalui cokelat. Kreativitas ini mengantarakan mereka menjadi salah satu delegasi Unpad untuk Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) yang dilaksanakan di Universitas Halu Oleo Kendari, 5-9 Oktober mendatang.

Tim Choped! Kiri ke kanan: (Foto oleh: Dadan T.)*

Tim Choped! Kiri ke kanan: Nidya Nasrun, Devi Rezki Utami, Faried Latief, Farida Alia Dewi, Yuliana Sari Fatimah (Foto oleh: Dadan T.)*

 

Judul program yang mereka angkat adalah “Choped!” (Chocolate of Padjadjaran as Educative Media) sebagai Ikon Pengenalan Kebudayaan Jawa Barat dengan Kemasan Edukatif dan Inovatif. Diketuai oleh Farida Alia Dewi (Fakultas Peternakan/Fapet), tim ini beranggotakan Devi Rezki Utami (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/FISIP), Nidya Nasrun (FISIP), Yuliana Sari Fatimah (FISIP), dan Faried Latief (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), dengan dosen pendamping dosen Fapet Unpad, Lizah Khairani, S.Pt., MT., M.Agr.

Kemasan cokelat yang mereka buat, berisi informasi mengenai kebudayaan Jawa Barat. Ada beberapa edisi yang telah mereka buat, seperti jaipong, egrang, kuda renggong, dan wayang golek. “Kami memilih budaya yang rata-rata orang bingung asalnya darimana,” ungkap Yuliana.

Bukan hanya pengenalan budaya di kemasan, cokelat yang mereka jual pun berisi nanas madu Subang dan Ubi Cilembu khas Jawa Barat, disamping juga tersedia rasa original (tanpa isi). Mereka juga membuat cokelat aneka rasa, meliputi dark, milk, dan white chocolate.

“Itu dari hasil diskusi sih. Kita mau mengangkat bahan baku lokal. Sebenarnya banyak bahan baku lokal, tapi yang bisa direkomendasikan baru dua ini. Sebenarnya kita masih mencari tahu lagi sumber lokal apa lagi yang bisa dipadukan sama cokelat,” ujar Farida.

Choped! sudah banyak dijual di beberapa tempat, termasuk di fakultas, toko makanan di Jatinangor, dan ikut beberapa pameran. Melalui produk ini, mereka juga berkeinginan untuk membuka lapangan pekerjaan pada masyarakat sebagai tim produksi.

chopped2Berbagai persiapan pun tengah mereka persiapkan menuju Pimnas nanti, diantaranya adalah penguatan materi presentasi, latihan, dan meningkatkan jumlah penjualan. Meski ini bukanlah PKM pertama yang diikuti, tapi baru kali ini mereka meloloskan programnya ke Pimnas. Mereka sendiri tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM Kema) Unpad, yang dalam salah satu programnya ikut menyukseskan Unpad Jawara Pimnas.

“Alhamdulillah dilolosin ke Pimnas. Enggak percaya juga. Tahun lalu kita pisah-pisah, sekarang sekelompok,” ujar Devi.

Kelimanya pun sepakat akan berusaha yang terbaik ketika berlaga di Pimnas nanti. Diharapkan, medali emas dapat diraih oleh tim ini.

“Kan tahun ini Unpad meloloskan lebih banyak tim daripada tahun sebelumnya, jadi semoga Unpad kali ini berhasil untuk dapat juara Pimnas,” harap Yuliana.

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh