Hasa Watch, Jam Tangan Kayu Bermotif Batik Siap Bersaing di Pimnas 2015

[Unpad.ac.id, 14/09/2015] Ingin menghasilkan inovasi terbaru dari produk jam tangan, empat mahasiswa Fisika FMIPA Unpad menciptakan jam tangan berbahan dasar kayu. Produk ini juga mengantarkan mereka menjadi salah satu delegasi Unpad dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-28 yang akan dilaksanakan di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, 5 9 Oktober mendatang.

(Foto oleh: Dadan T.)*

Tim Jakun Kamtib, kiri ke kanan: Albert Agung Y. Hutapea, Siti Nur Khayati, M. Afghan Fadillah R dan Hadios Saputra (Foto oleh: Dadan T.)*

Keempat maahasiswa tersebut ialah Hadios Saputra, Siti Nur Khayati, M. Afghan Fadillah R, dan Albert Agung Y. Hutapea. Produk yang dicptakan mereka berupa jam tangan kayu dengan merek “HASA”. Uniknya, selain berbahan dasar kayu, mereka juga memberikan ukiran batik pada strap jam tangan tersebut sebagai representasi identitas budaya Indonesia.

“Kita memasukkan batik itu karena itu identitas asli Indonesia. inilah yang membedakan produk kami dengan jam tangan lainnya,” kata Hadios saat diwawancarai Humas Unpad, Selasa (08/09) di Ruang UPT Humas Unpad, Jatinangor.

Hadios menerangkan, ada 4 jenis kayu yang menjadi bahan dasar jam tangan, yakni: Jati, Sonokeling, Maple, dan Eboni. Strap jam tersebut terbuat dari kulit sintetis kualitas tinggi yang diukir dengan motif batik. Adapun motif batik yang digunakan ialah, motif Mega Mendung, Lasem Bunga, dan Parang Patah.

Lebih lanjut Albert menjelaskan, jam tangan tersebut dirakit secara manual. Mereka mendatangkan mesin dan komponen jam tangan asal Jepang kemudian merakitnya secara sendiri dengan bantuan kawan-kawannya di prodi Fisika. Mereka pun membuat bingkai jam, strap, dan ukiran batik di tempat yang berbeda.

“Proses ini yang menjadikan jam kami menjadi unik karena tidak dirakit secara sekaligus,” kata Albert.

Penamaan “HASA” diambil dari 4 huruf depan dari nama keempatnya. Produk ini lahir pasca mereka memutuskan untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Kewirausahaan. Meski baru mengunggah untuk pertama kali, proposal PKM-nya kemudian lolos pendanaan.

Dalam kelompok tersebut, Hadios bertindak sebagai General Manager/ketua kelompok, Siti berperan sebagai koordinator keuangan dan sekretaris, Afghan berperan sebagai manajer produksi, sementara Albert berperan sebagai manajer marketing HASA.

hasawatch2Lolos didanai Dikti, kelompok yang memiliki nama “Jakun Kamtib (Jam Kulit dan Kayu Motif Batik)” akhirnya lolos menuju Pimnas. Ada motivasi tersendiri bagi keempatnya untuk mengikuti Pimnas.

Hadios mengungkapkan, motivasi pribadinya mengikuti Pimnas ialah ingin melakukan aktivitas yang selaras dengan passion-nya di bidang kewirausahaan namun tetap dapat membawa nama Unpad. Sementara bagi Albert, Pimnas merupakan ajang baginya untuk mengharumkan nama Unpad sebelum lulus kuliah.

Bagi Afghan, Pimnas merupakan wadah bagi mahasiswa kreatif untuk menyalurkan berbagai pemikirannya.

“Pimnas itu wadah mahasiswa kreativitas yang dibalut dengan nilai-nilai ilmiah,” tambah Siti.

Dengan didampingi dosen pendamping Dr. Cukup Mulyana, drs., M.S., keempatnya terus mempersiapkan diri menjelang Pimnas. Mulai dari persiapan presentasi, penyusunan artikel, hingga evaluasi kelompok.

Ketika ditanya target, secara serentak keempatnya bertekad untuk meraih juara di Pimnas. “Kami menargetkan di Pimnas itu adalah emas!” kata Hadios mantap.*

jambatik

Laporan oleh: Arief Maulana / eh