I Herbarium Stroboscoptic, Perpaduan Lampu Hias Limbah Daun dan Stroboscope yang Unik

[Unpad.ac.id, 23/09/2015] Herbarium merupakan istilah botani untuk pengawetan tanaman melalui proses pengeringan. Selain digunakan dalam keilmuan, herbarium juga dapat menjadi seni yang mempercantik dekorasi produk. Hal inilah yang dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas Padjadjaran yang menjadi delegasi Unpad dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-28 di Universitas Halu Oleo (UHO), 5 – 9 Oktober mendatang.

(Foto oleh: Dadan T.)

Tim “I Herbarium Stroboscoptic”, kiri ke kanan: Fakhri F. Senjaya, Wulandari Erlim, Fitra Suharya, Renny A. Ratnaeni, dan Fergit Yutaris (Foto oleh: Dadan T.)

Kelompok ini beranggotakan Wulandari Erlim, Fakhri F. Senjaya, Fergit Yutaris, Fitra Suharya, dan Renny A. Ratnaeni yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) “ I Herbarium Stroboscoptic” dengan dosen pendamping Dr. Dini Rochdiani, Ir. M.S. Mereka memadupadankan kreasi herbarium pada lampu hias. Herbarium ini diambil dari limbah daun kupu-kupu yang banyak berserakan di sekitar kampus Jatinangor. Herbarium tersebut dipadankan dengan lampu stroboskoptic.

“Daun-daung kering itu cantik kalau dijadikan dekorasi. Untuk itu kami padu padankan dengan produk lampu stroboscoptic,” ujar Wulan.

Fitra mengatakan, lampu stroboskoptic merupakan inovasi gabungan antara lampu hias dengan stroboscope. Stroboscope merupakan istilah Psikologi untuk sebuah ilusi gerak. Singkatnya, lampu stroboskoptic ini mampu memancarkan ilusi gerak pada saat dinyalakan.

Ketertarikan Wulan dan kawan-kawan untuk berinovasi di lampu hias disebabkan tingginya potensi pasar lampu hias. Selain mempercantik taman atau kamar, lampu hias kini banyak digunakan untuk mempercantik dekorasi hotel, restoran, hingga ruangan kantor.

Agar lebih mampu bersaing, mereka pun menambahkan inovasi stroboscpoe dan herbarium. Uniknya, stroboscope pada lampu ini tidak menggunakan mesin, tetapi mengandalkan energi panas lampu. Desain ilusinya pun bisa diubah dan didesain sesuai permintaan konsumen.

“Kita juga memanfaatkan limbah organik daun sehingga menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual,” tambah Fitra yang merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi ini.

herbarium-2Dalam mengembangkan bisnis ini, kelimanya saling berbagi peran. Wulan, sang ketua kelompok bertugas melakukan koordinasi dengan anggota lain sekaligus pengelola keuangan, Fitra dan Fergit berperan sebagai periset dan pengembangan produk, Fahri berperan sebagai marketing, sementara Reni bertugas sebagai sekretaris dan penulis laporan.

Produk “I Herbarium” ini merupakan pengembangan dari produk PKM sebelumnya yang lolos di Pimnas ke-27 di Universitas Diponegoro. Dengan pengembangan tersebut, kelimanya optimis untuk meraih target medali emas di Pimnas kali ini.

Oleh dosen pendamping, kelimanya terus dimotivasi untuk lebih siap tampil di Pimnas. Sederet persiapan yang dilakukan meliputi persiapan presentasi, gelar produk, hingga poster.

“Tidak mudah untuk bisa lolos untuk didanai dan tampil di Pimnas, perlu kerja keras,” pungkas Wulan.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh