Kennedy, Gabungkan Keunikan Tas Batik dan Kelom Tasikmalaya

[Unpad.ac.id, 16/09/2015] Kelompok Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) “Kennedy” siap tampil di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-28 di Universitas Halu Oleo (UHO), 5 – 9 Oktober mendatang. Sederet persiapan pun telah dilakukan oleh kelompok yang dibimbing oleh dosen pendamping Ilham Gemiharto, S.Sos., M.Si., ini .

Tim Kennedy, kiri ke kanan: (Foto oleh: Purnomo Sidik)*

Tim Kennedy, kiri ke kanan: Ria Kartika, Annisa Fadhillah, Mutia Rahmi, dan Renawati (Foto oleh: Purnomo Sidik)*

Kelompok yang diketuai Mutia Rahmi (prodi Ilmu Perpustakaan) dan beranggotakan Ria Kartika (prodi Manajemen Komunikasi), Annisa Fadhillah (prodi Manajemen Komunikasi), dan Renawati (prodi Kesejahteraan Sosial) ini menggabungkan dua produk kerajinan tangan asal Tasikmalaya, yakni tas batik dan kelom. Penggabungan tersebut bertujuan untuk lebih memopulerkan kelom di masyarakat, terutama perempuan muda.

“Kelom itu kami lihat masih terbatas penggunaannya, dan banyak orang yang tidak ‘pede’ memakainya karena bunyi. Dengan adanya tas dan kelom ini kelom bukan hanya sebagai sendal tapi bisa sebagai tas,” ujar Ria.

Ide awal penggabungan tas batik dan kelom ini dilakukan oleh Mutia. Keempatnya pun bermitra dengan perajin kelom di Tasikmalaya. Nama “Kennedy” sendiri merupakan akronim dari “Kelom Trendi”.

“Kita ingin kelom ini menjadi lebih trendi,” kata Ria.

Produk ini menggunakan bahan kulit sapi asli maupun kulit sintetis untuk bahan tasnya. Mereka juga memasukkan beberapa motif batik. Sementara, kelom sendiri terbuat dari kayu mahoni. “Dengan terbuat dari kayu, dapat juga menjadi alat untuk mencegah begal,” kata Mutia.

Sejak pertama diluncurkan pada Maret lalu, produk Kennedy mampu bersaing dan terjual sebanyak 68 buah. Produk ini juga laku dijual hingga negara Malaysia.

“Kita berjualan secara online dan dari beberapa pameran. Gubernur Jabar (Ahmad Heryawan) pun pernah mengapresiasi produk kami,” kata Ria.

kennedy2Apresiasi inilah yang menjadi semangat keempatnya untuk bertanding di Pimnas dengan nama kelompok “Kennedy: Upaya Meningkatkan Kapasitas Usaha Kecil pada Produk Kelom Menjadi Tas Berciri Etnis di Indonesia”. Selain mematangkan konsep presentasi, penampilan, dan poster, keempatnya juga mematangkan segi marketing dari “Kennedy”.

Walapun baru pertama kali ikut Pimnas, medali emas tetap menjadi target utama kelompok tersebut. Mutia mengungkapkan, dengan sering mengikuti di berbagai pameran berskala nasional menjadi kekuatan pendukung bagi kelompok Kennedy.

“Di Pimnas ini kita ingin menemukan solusi pemecahan masalah di masyarakat,” ujar Mutia saat ditanya mengenai pendapatnya terkait ajang Pimnas.*

poster pimnas final

Laporan oleh: Arief Maulana / eh