Stark Technology, Gabungkan Seni Tradisional Saron dengan Teknologi Sensor Kinect

[Unpad.ac.id, 28/09/2015] Untuk mengenalkan generasi muda pada alat musik tradisional saron, salah satu instrumen gamelan, lima mahasiswa Unpad ini menciptakan Saron Berbasis Tracking Tangan oleh Sensor Kinect (Stark Technology). Melalui karya tersebut, mereka berusaha menggabungkan seni tradisional dengan sentuhan teknologi.

Tim Stark Technology. (Foto oeh: Dadan T.)*

Tim Stark Technology, kiri ke kanan: Ferindra Hartawijaya, Fakih Maulana, Indah Maulidia, Mhd. Alfahjri Sukri, Sundoro Yoga (Foto oeh: Dadan T.)*

Lima mahasiswa tersebut adalah Indah Maulidia T. (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/FMIPA), Mhd. Alfahjri Sukri (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Fakih Maulana (FMIPA), Ferindra Hartawijaya (FIB), dan Sundoro Yoga Azhary (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan). Stark Technology merupakan karya yang mereka angkat dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) dan berhasil lolos untuk mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-28 di Universitas Halu Oleo, 5-9 Oktober 2015 mendatang.

“Kami ingin menggabungkan yang tradisional dengan teknologi, menciptakan inovasi baru juga. (Yaitu) cara lain memainkan saron tidak dengan langsung (dipukul) saja,” ungkap Indah saat diwawancarai Humas Unpad beberapa waktu lalu di Ruang UPT Humas Unpad, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor.

Melalui Stark Technology, pemain saron tidak langsung memegang alat penabuh seperti layaknya memainkan saron pada umumnya. Saron dapat dimainkan secara jarak jauh melalui gerakan tangan yang terdeteksi melalui sensor kinect.

Data yang diambil dari kinect, kemudian disampaikan ke komputer yang sebelumnya telah terpogram pola-pola yang berkaitan dengan nada yang akan dimainkan. Pemain saron ini hanya tinggal meilihat layar komputer sambil menggerakan tangan sesuai dengan pola nada, untuk dapat memainkan saron secara jarak jauh.

“Jadi ini lebih ke menambahkan cara baru dalam memainkan alat musik tradisional,” tutur Ferindra.

saron2Tujuan awal pembuatan Stark Technology memang ingin lebih mengenalkan alat musik tradisional pada generasi muda,meski tidak menutup kemungkinan alat ini dimainkan dengan tidak mengenal batas usia. Diharapkan,dengan lebih mengenal saron, masyarakat dapat juga meningkatkan rasa ingin tahunya terhadap alat musik tradisional lain, khususnya instrumen pada gamelan.

“Ini bisa dimainkan semua umur,” ujar Fahjri.

Berbagai persiapan pun tengah mereka lakukan untuk menuju Pimnas nanti, dibawah bimbingan dosen pendamping Kusnahadi Susanto, Ssi., MT. Persiapan yang mereka lakukan diantaranya adalah pendalaman materi, latihan presentasi, serta penguatan mental.

“Harapan memperoleh yang terbaik di Pimnas,” ujar Fahjri.*

Indah Maulidia Turrohmah_Universitas Padjadjaran (UNPAD)_Poster_PKMKC

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh