Manfaatkan Kulit Manggis dan Nira, Mahasiswa Unpad Kreasikan Gula Semut Mengandung Antioksidan dan Rendah Kalori

[Unpad.ac.id, 2/10/2015] Masyarakat Indonesia lebih familiar mengonsumsi gula putih atau gula merah. Sementara penderita diabetes lebih mengonsumsi gula rendah kalori yang saat ini tersedia di pasaran. Namun, keberadaan gula semut (brown sugar) masih jarang dikonsumsi orang, padahal gula ini juga memiliki kalori yang rendah.

Tim Gula Semut, kiri ke kanan: (Foto oleh: Dadan T.)*

Tim Gula Semut Berantikoksidan, kiri ke kanan: Adhitio Krisnanda, Christellia Stephanie, Olivia Christy, dan Fadli Bayanulloh (Foto oleh: Dadan T.)*

Permasalahan mendasar dari jarangnya konsumsi gula semut adalah masih tingginya harga jual gula semut dibandingkan gula putih. Hal inilah yang mendasari sejumlah mahasiswa prodi Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad melakukan penelitian mengenai pembuatan gula semut.

Mahasiswa tersebut yaitu Christellia Stephanie, Olivia Christy, Adhitio Krisnanda, dan Fadli Bayanulloh, keempatnya berasal dari Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad. Mereka melakukan penelitian mengenai penggunaan ekstrak kulit manggis dalam pembuatan gula semut. Penelitian tersebut lolos di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-28 di Universitas Halu Oleo (UHO), 5 – 9 Oktober mendatang dengan judul “Aplikasi Ekstrak Kulit Manggis dalam Pembuatan Gula Semut Berantioksidan” PKM bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE).

Secara sederhana, penelitianyang dilakukan ialah mencampur ekstrak kulit manggis dengan gula nira. Kulit manggis terlebih dahulu dikeringkan dengan oven lalu dibubukkan. Bubuk kulit kemudian dimaserasi dengan cara direndam memakai ethanol. Setelah itu bubuk dilakukan penguapan dan dijadikan ekstrak. Ekstrak ini kemudian dicampur ke dalam adonan gula nira.

Kelebihan dari gula semut temuannya ini adalah mengandung antioksidan dan rendah kalori. Antioksidan ini didapat dari kandungan kulit buah manggis. Rasa gulanya pun tidak terlalu manis dari gula putih sehingga sangat cocok dikonsumsi oleh orang yang membutuhkan gula yang rendah kalori.

Christella menuturkan, gula semut ciptaannya ini juga dinilai mampu bersaing dengan gula rendah kalori yang saat ini banyak dijual di pasaran. Berdasarkan observasi mereka, gula rendah kalori yang saat ini dijual di pasaran mengandung pemanis sintetis. Sementara, gula ciptaan mereka benar-benar dibuat dengan bahan-bahan alami.

“Gula yang dijual saat ini memang lebih rendah kalorinya, tapi itu hasil rekayasa sintetis,” jelas mahasiswa angkatan 2011 tersebut.

humas unpad 2015_09_28 EOS 6D 12_34_05 00061761Untuk itu, produk ciptaannya ini berpotensi dikembangkan menjadi bisnis tersendiri. Melihat kondisi harga gula semut di pasaran yang masih tinggi, Christella menjelaskan, gula semut ciptaannya dapat dijual dengan harga yang murah, karena terbuat dari bahan-bahan alami.

“Gula ini mungkin menjadi gula antioksidan pertama di Indonesia,” tambah Adhitio.

Dengan dosen pembimbing Ir. Marsetio, M.P., keempatnya saat ini rutin memantapkan diri jelang pelaksanaan Pimnas seminggu ke depan. Persiapan yang dilakukan ialah latihan presentasi serta latihan tanya jawab untuk mengantisipasi berbagai pertanyaan yang akan dilontarkan oleh juri.

“Persiapan saat ini sekitar 80%, sisanya lagi kita lebih konsul saja dengan dosen pembimbing,” kata Christella.

Keikutsertaan mereka dalam ajang Pimnas merupakan kali pertama bagi keempatnya. Dengan demikian, keikutsertaan ini merupakan sumbangsih keempatnya di dalam mengharumkan nama Unpad. Mereka pun memiliki target meraih medali emas.

“Pimnas itu sebagia ajang pembuktian kita. Bukan cuma mahasiswa yang pintar yang masuk Pimnas, tetapi yang bekerja keras yang pantas masuk Pimnas,” kata Adhitio.*

Aplikasi Ekstrak Kulit Manggis Dalam Pembuatan Gula Semut Berantioksidan (small)

Laporan oleh: Arief Maulana / eh