PSM Unpad Luncurkan Film Dokumenter Musikal “Indonesia Kirana”

[Unpad.ac.id, 13/02/2016] Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Padjadjaran meluncurkan film dokumenter musikal bertajuk “Indonesia Kirana”. Film ini mengemas seluruh perjalanan PSM Unpad melalui program “Indonesia Kirana”, yaitu program keikutsertaan mereka pada beberapa festival paduan suara tingkat dunia dalam medio 2014 hingga 2015.

PSM Unpad dan pimpinan Unpad berfoto bersama dengan Menpora Imam Nahrawi di Bale Rumawat Unpad Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Jumat (13/02). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

PSM Unpad dan pimpinan Unpad berfoto bersama dengan Menpora Imam Nahrawi di Bale Rumawat Unpad Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Jumat (13/02). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Film tersebut ditayangkan pertama kali pada Jumat (12/02) malam, di Bale Rumawat Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung. Penayangan perdana ini dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga RI, Imam Nachrawi, Kepala Staf Khusus Rektor Prof. Ramdan Panigoro, dan Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Unpad Dr. Ir. Heryawan Kemal Mustafa, M.Sc.

Film berdurasi sekitar 86 menit ini bercerita tentang proses perjalanan PSM Unpad saat mengikuti kompetisi paduan suara di Slovenia dan Hungaria, April 2015. Bekerja sama dengan rumah produksi Embara Films, “Indonesia Kirana” bukan sekadar film dokumentasi biasa, melainkan ada nilai terselip yang dihadirkan PSM Unpad.

“Dalam setiap konser yang kami ikuti di luar negeri, selalu ada nilai yang sayang sekali kalau misalnya selesai begitu saja. Ada suatu pesan yang harusnya bisa disampaikan ke orang-orang,” ujar Dzulfiqar Abduljabbar, Ketua Umum Program “Indonesia Kirana” PSM Unpad, usai acara penayangan film.

Dikatakan Dzul, panggilan akrab Dzulfiqar, program “Indonesia Kirana” ini memang penuh dengan perjuangan dan nilai kehidupan. Tampil dengan baik pada ajang bergengsi di Eropa memang bukan perkara mudah. Meski kompetisi ini akan menghasilkan menang atau kalah, Dzul mengaku nilai dari proses keikutsertaan PSM Unpad dalam ajang tersebut jauh lebih baik.

Film merupakan media efektif yang dipilih Dzul dan kawan-kawan untuk merepresentasikan nilai tersebut. Gayung bersambut, setelah berdiskusi dengan Embara Films, film “Indonesia Kirana” akhirnya dapat diwujudkan.

“Ini adalah sebuah film misionary, film yang membawa sebuah pesan tertentu. Kita tidak membuat-buat, benar-benar apa adanya. Setiap orang yang diwawancara pada film tersebut berbicara apa adanya,” papar Dzul.

Film ini diproduseri oleh Galih Mulya Nugraha dari Embara Film dengan pemeran para anggota PSM Unpad dari angkatan 1990-an hingga 2014. Dengan arahan apik sutradara Febian Sakti Nugraha, setiap pemain “Indonesia Kirana” bebas mengungkapkan isi hatinya. Dzul mengungkapkan, setiap ungkapan para pemeran memiliki benang merah pesan yang bisa ditangkap oleh penonton.

Dzul berharap, nilai yang didapat dari program “Indonesia Kirana” ini dapat terus bertahan hingga tahun berikutnya. “Perjuangan itu bukan sekadar berkata-kata, tetapi ada proses yang bisa menghasilkan value. Itu yang kita tampilkan dari film tersebut,” kata Dzul.

Ke depan, film “Indonesia Kirana” direncanakan untuk ditayangkan di beberapa bioskop di beberapa kota di Pulau Jawa. Ia mengharapkan dukungan penuh dari Unpad maupun Kemenpora dalam menyebarluaskan film tersebut.

Menpora pun mengapresiasi film “Indonesia Kirana” yang diinisiasi PSM Unpad. Menurutnya, film ini merepresentasikan dengan baik bagaimana semangat pengorbanan anggota PSM Unpad demi meraih hasil yang diinginkan.

“Ini tidak hanya sebuah film, tetapi merupakan karya sejarah,” kata Imam.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh