Prof. Boediono Paparkan Strategi Pengelolaan Ekonomi Berdasarkan Nilai Pancasila

[Unpad.ac.id, 10/03/2016] Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideologi dasar negara Indonesia dapat diterapkan dalam seluruh kegiatan bernegara, termasuk praktik pengelolaan ekonomi. Diharapkan nilai-nilai ini dapat mewujudkan aktivitas pengelolaan ekonomi Indonesia menjadi aktivitas yang pancasilais.

Prof. Dr. Boediono, B.Ec., M.Ec., saat memberikan kuliah umum “Keterkaitan Pengelolaan Ekonomi Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila” di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Bandung, Kamis (10/03). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Prof. Dr. Boediono, B.Ec., M.Ec., saat memberikan kuliah umum “Keterkaitan Pengelolaan Ekonomi Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila” di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Bandung, Kamis (10/03). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

“Ekonomi yang diinginkan Pancasila adalah sebuah ekonomi nasional yang tangguh dan berdaya tahan, menjadi pelaku yang diperhitungkan di kancah internasional, dan dijalankan oleh pengelola yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral berdasarkan partisipasi luas rakyat demi tercapainya kesejahteraan,” demikian disampaikan Prof. Dr. Boediono, B.Ec., M.Ec., Wakil Presiden RI periode 2009-2014 saat memberikan kuliah umum di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Kamis (10/03).

Kuliah umum bertajuk “Keterkaitan Pengelolaan Ekonomi Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila” ini digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Unpad. Turut hadir Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad.

Menurut Prof. Boediono, lima sila yang ada di Pancasila harus dapat diinterprestasikan dalam pengelolaan ekonomi nasional. Pada implementasinya, berbagai nilai dalam lima sila tersebut harus ditentukan berdasarkan prioritas. Prioritas tersebut diwujudkan melalui langkah strategi operasional.

Ada tiga strategi yang dijabarkan Prof. Boediono. Pertama, penguatan struktur ekonomi nasional yang seimbang dan terintegrasi. Menurutnya, setiap provinsi di Indonesia merupakan elemen penting untuk menguatkan struktur ekonomi nasional. Setiap sektor semisal industri, pertanian, dan jasa harus berjalan secara seimbang serta mendukung satu sama lain.

Strategi kedua yaitu penguatan jaringan infrastruktur dan informasi yang terpadu. Keterkaitan sektor ekonomi di tiap daerah akan terjadi jika ada infrastruktur yang baik. Infrastruktur ini juga yang menjadi media impelementasi sistem ekonomi nasional agar dapat diterapkan di setiap daerah.

“Sebagai negara kepulauan, transportasi merupakan unsur yang fundamental,” ujar Prof. Boediono.

humas unpad 2016_03_10 EOS 7D 08_40_220551humas unpad 2016_03_10 EOS 7D 08_50_450593Strategi terakhir menurut Prof. Boediono adalah penguatan keamanan pangan dan energi. Indonesia dipastikan menjadi negara yang tidak berdaya jika keamanan pangan dan energinya belum terjamin. Untuk itu, Prof. Boediono mendorong negara untuk meningkatkan produktivitas pangan dan energi.

Tiga strategi tersebut dapat dijalankan dengan baik apabila ada kontribusi kuat antara negara dan rakyatnya. Prof. Boediono mengatakan, strategi tersebut harus diwujudkan melalui langkah operasional yang tepat.

“Strategi ini jangan hanya menjadi wacana abstrak,” kata Prof. Boediono.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh