BUMN Harus Jadi Lokomotif Kemandirian Ekonomi

[Unpad.ac.id, 9/05/2016] Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus menjadi lokomotif dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Untuk itu, BUMN harus terus mengasah kemampuannya dan jangan hanya jago kandang.

Peresmian Unpad-BUMN Center of Excellence di Jakarta, Senin (9/05). Kiri ke kanan: Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad, Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Menteri Ristekdikti Prof. M. Nasir, Menteri Kominfo, Rudiantara (Foto oleh: Dadan T).*

Peresmian Unpad-BUMN Center of Excellence di Jakarta, Senin (9/05). Kiri ke kanan: Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad, Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Menteri Ristekdikti Prof. M. Nasir, Menteri Kominfo, Rudiantara (Foto oleh: Dadan T).*

Menteri BUMN, Rini M. Soemarno, mengatakan hal tersebut saat menyampaikan sambutan pada peresmian Universitas Padjadjaran – BUMN Center of Excellence (Unpad-BCE) di Ruang Flores Hotel Borobudur Jakarta, Senin (9/05). Unpad-BCE diresmikan oleh Menteri BUMN, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. M. Nasir, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dan Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pula penandatanganan MoU antara Unpad dengan Pertamina, BPJS Kesehatan, PT Kereta Api Indonesia, Biofarma, dan Kementerian BUMN. Hadir pula sejumlah direksi BUMN lain yang pernah bekerja sama dengan Unpad seperti PT Telkom Indonesia, BRI, BNI, Bank Mandiri, Pupuk Kujang, PGN, Angkasa Pura II, Pos Indonesia, Pegadaian, Wijaya Karya, Kimia Farma, dll.

“Saya yakin, jika kita bersama-sama bersinergi maka kita bisa membangun negeri ini lebih baik lagi. Kami sangat mendukung berdirinya Unpad-BCE yang dapat mengasah kemampuan BUMN agar lebih berdaya saing global. Program ini juga selaras dengan program BUMN Hadir untuk Neger yang dilaksanakan Kementerian BUMN,” ujar Rini M. Soemarno.

Sementara Menristekdikti, M. Nasir, mengatakan, tanpa kerja sama dengan industri tidak mungkin riset akan berkembang. Oleh karena itu, Menristekdikti berharap keberadaan Unpad-BCE ini dapat membangun ekonomi bangsa yang bisa kompetitif dengan negara lain, setidaknya di wilayah Asia Tenggara.

Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad mengatakan, Unpad bangga bisa mendapatkan kesempatan membangun kerja sama dengan sejumlah partner strategis. Dengan menjalin kerja sama dengan 5 kekuatan penting (atau dikenal dengan kolaborasi Pentahelix), yaitu antara pemerintah, bisnis, akademisi, komunitas, dan media massa, Unpad berharap dapat memberikan jalan kebaikan yang akan menurunkan kebaikan lainnya.

“Semoga langkah ini dapat membangun keunggulan demi kemaslahatan kita bersama,” ujar Rektor.

Seminar Pentahelix
20160509114104_IMG_2622_resizedUsai peresmian Unpad-BCE, kegiatan dilanjutkan dengan seminar Pentahelix bertema “Stimulasi dan Pengaturan Over The top (OTT) untuk Kemajuan Industri Telematika. Kegiatan peresmian Unpad-BCE dan Seminar Pentahelix ini diselenggarakan oleh para mahasiswa Doktor Manajemen Bisnis Unpad.

Seminar sesi pertama dengan tema “OTT dan Perkembangannya untuk Kemajuan Industri Telematika” menghadirkan keynote speech Menkominfo Rudiantara, dan narasumber Prof. Dr. Ernie Tisnawati Sule (Unpad), Ir. Kristiono (Mastel), I Ketut Prihadi Kresna, SH., LLM (BRTI), perwakilan aplikasi KawalHarga, dan Arif Budisusilo (Bisnis Indonesia) dengan moderator Suryopratomo.

Sementara sesi kedua dengan tema “OTT dan Keseimbangan Industri di Indonesia” menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ahmad Ramli, SH., MH., FCBArb (Unpad), N. Awaluddin (Telkom), Dr. Judhariksawan, SH., MH (KPI), Hari Santoso Sungkari (BeKraf), dan Dr. Ahmad Yani Basuki (LSF).*

Unduh materi:

Laporan oleh: Erman