Leadership Bukan Sekadar Soal Memimpin, Tapi Juga Kemampuan untuk Dipimpin

[Unpad.ac.id, 19/06/2016] Membangun jiwa kepemimpinan (leadership) dalam organisasi kemahasiswaan semestinya bukan hanya mengenai bagaimana untuk memimpin, tetapi juga kemampuan untuk dipimpin. Membangun leadership juga berarti membangun kemampuan dalam  memimpin diri sendiri agar dapat dipimpin orang lain, dengan penuh respek.

Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, saat diskusi mengenai peran mahasiswa dalam pengembangan kampus di Ruang Serba Guna Gedung 1 lantai 3 Unpad , Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Minggu (19/06). (Foto oleh: Dadan T.)*

Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad (berdiri), saat diskusi mengenai peran mahasiswa dalam pengembangan kampus di Ruang Serba Guna Gedung 1 lantai 3 Unpad , Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Minggu (19/06). (Foto oleh: Dadan T.)*

Hal tersebut disampaikan anggota Majelis Wali Amanat Unpad yang merupakan mantan aktivis mahasiswa Unpad,  Abah Iwan Abdulrahman, kepada sejumlah pengurus organisasi kemahasiswaan di lingkungan Unpad, dalam diskusi mengenai peran mahasiswa dalam pengembangan kampus, yang digelar di Ruang Serba Guna Gedung 1 lantai 3 Unpad , Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Minggu (19/06). Turut hadir juga Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad dan Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Heryawan Kemal Mustafa, M.Sc.

Pada kesempatan tersebut, Abah Iwan juga mengungkapkan pentingnya membangun budaya respek. Respek ini sebaiknya tumbuh bukan karena rasa takut pada apa yang dihadapinya, melainkan tumbuh dari dalam dirinya.

“Ada rasa respek yang perlu kita tumbuhkan kembali secara sadar dan sengaja di dalam diri kita masing-masing, supaya kita lebih maju dari sekarang,” katanya.

Sementara itu, di hadapan para mahasiswa, Rektor kembali mengingatkan mengenai pentingnya  ciri akademik dalam setiap kegiatan kemahasiswaan. Segala kegiatan yang dijalankan oleh mahasiswa, semestinya juga merupakan kegiatan akademik.

“Kegiatan kemahasiswaan dengan kegiatan akademik tidak dipisahkan,” ujar Rektor.

Dengan demikian, dalam menjalankan aktivitasnya, termasuk dalam organisasi kemahasiswaan, ciri mahasiswa sebagai insan pembelajar perlu terus diperlihatkan. Dalam menjalankan kegiatan kemahasiswaan pun semestinya tidak terlepas dari pedoman kurikulum.

“Berbagai hal yang kita lakukan memang harus punya kekuatan atau ciri akademik,” pesan Rektor.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh