Rektor, “Unpad Harus Mampu Berkontribusi Membawa Potensi Bangsa ke Lingkup Global”

[Unpad.ac.id, 14/09/2016] Pada 11 September 2016 , Universitas Padjadjaran memasuki usia 59 tahun. Di usianya tersebut, ada berbagai hal yang telah dilakukan dan dicapai Unpad, dalam kiprahnya di tingkat nasional dan global.

Kiri ke kanan, Menristekdikti, Prof. Moh. Nasir, PhD., Ak., Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, dan Ketua Majelis Wali Amanat Unpad, Rudiantara, saat jumpa pers pada Dies Natalis ke-59 Universitas Padjadjaran di Unpad Kampus Iwakoesoemasoemantri, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Rabu (14/09). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Kiri ke kanan, Menristekdikti, Prof. Moh. Nasir, PhD., Ak., Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, dan Ketua Majelis Wali Amanat Unpad, Rudiantara, saat jumpa pers pada Dies Natalis ke-59 Universitas Padjadjaran di Unpad Kampus Iwakoesoemasoemantri, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Rabu (14/09). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

“Peringatan dies natalis merupakan momentum yang baik bagi kebanyakan lembaga, demikian pula bagi Universitas Padjadjaran, untuk melakukan refleksi diri atas segala yang telah dilakukan, mengevaluasi diri atas berbagai pencapaian yang diperoleh, sebagai wujud syukur, serta guna perbaikan di masa yang akan datang,” kata Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, pada Peringatan Dies Natalis ke-59 Unpad di Grha Sanusi Hardjadinata, Rabu (14/09).

Rektor pun mengutip pidato Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dalam Dies Natalis ke-2 Unpad tahun 1959. Dalam pidatonya, Ir. Soekarno mengatakan, “Saja doakan Padjadjaran benar-benar memenuhi ia punya dharma, benar-benar menjadi salah satu tempat dimana api unggun Indonesia selalu bersinar, menjala-njala.”

Menurut Rektor, pernyataan Ir. Soekarno tersebut menyiratkan bahwa Unpad didirikan dengan tujuan yang sangat luhur dan bermakna sangat dalam. Keberadaan Unpad sangat diharapkan menjadi salah satu obor penerang dan penopang kemajuan bangsa Indonesia.

“Pidato yang menggugah itu, juga menyiratkan bahwa Universitas Padjadjaran harus mampu berkarya tidak hanya di tingkat nasional, namun lebih dari itu, mampu berkontribusi membawa potensi bangsa Indonesia secara global,” ujar Rektor.

Lebih lanjut Rektor mengatakan, perjalanan 59 tahun Unpad telah menggambarkan dedikasi dan komitmen para pendiri, pelopor, dan pendahulu dalam upaya mewujudkan tekad dan cita-cita tersebut. “Dedikasi dan komitmen tersebut akan selalu menjadi inspirasi dan energi bagi kita untuk terus menyalakan api unggun Indonesia menghadapi tantangan masa mendatang yang semakin tidak sederhana,” tutur Rektor.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor mengungkapkan bahwa salah satu hal yang tengah dilakukan Unpad saat ini adalah mengembangkan pendidikan transformatif, dengan mengupayakan  berbagai aktivitas di perguruan tinggi untuk kemaslahatan masyarakat. Melalui pendidikan transformatif, proses belajar mengajar pun harus bertransformasi menjadi proses pembelajaran transformatif, yaitu proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk lebih reflektif dan kritis, lebih membuka diri pada perspektif lain, dan mau menerima gagasan-gagasan baru atau gagasan-gagasan yang yang diyakini sangat penting bagi kehidupan di masa depan.

Selain itu, Unpad juga tengah berupaya meningkatkan aktivitas riset berkualitas. Unpad menyadari bahwa tanpa adanya kegiatan riset yang berkualitas, proses pembelajaran yang bermutu akan sulit dicapai. “Aktivitas riset di perguruan tinggi adalah suatu keniscayaan,” ucap Rektor.

Kemampuan mengembangkan riset-riset transdisiplin dan berkualitas pun merupakan penciri dari universitas generasi ke-3 di abad ke-21. Universitas diharapkan mampu memerankan diri sebagai knowledge hub, bukan hanya memerankan diri sebagai knowledge factory yang menjadi penciri universitas generasi kedua, atau menjadi storehouse of knowledge yang menjadi penciri universitas generasi pertama. Berkaitan dengan konsep ini, Unpad sedang mengupayakan untuk mampu bertransformasi menjadi bagian dari perguruan tinggi generasi ketiga.

“Sebagai ciri dari universitas generasi  ketiga, riset-riset yang dilakukan tidak hanya semata-mata untuk pengembangan ilmu, namun harus memiliki kegunaan dan kemaslahatan bagi masyarakat luas,” ujar Rektor.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh