Unpad Lakukan Sosialisasi Mitigasi Bencana di Kampus Jatinangor

[Unpad.ac.id, 12/10/2016] Sebagai salah satu bentuk kesadaran Unpad terhadap ancaman bencana alam di kawasan Jatinangor, Universitas Padjadjaran mengadakan kegiatan sosialiasi mitigasi bencana yang dilaksanakan di Gedung Laboratorium Sentral Unpad Jatinangor, Selasa (11/10). Tujuan dari kegiatan ini merupakan simulasi mitigasi bencana di lingkungan Unpad serta bagaimana antisipasinya.

Simulasi mitigasi bencana di Laboratorium Sentral Unpad Jatinangor, Selasa (11/10). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Simulasi mitigasi bencana di Laboratorium Sentral Unpad Jatinangor, Selasa (11/10). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Sosialisasi ini hasil kerja sama dari beberapa organisasi dengan kajian yang berbeda-beda yang diketuai dosen FMIPA Unpad, Dr. Iwan Hastiawan, MS. Pada kesempatan tersebut, Health Safety Environment (HSE) FTG Unpad melakukan simulasi mitigasi bencana untuk menunjukkan apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana kebakaran. Hadir pada kegiatan ini antara lain Direktur Sarana & Prasarana Unpad,  Yuyun Yuniardi, ST., MT., dan Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Heryawan Kemal Mustafa, MSc.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber Dr. Ir. Dicky Muslim, M.Sc.,  dari Fakultas Teknik Geologi Unpad. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa kawasan Jatinangor merupakan ujung dari Patahan Lembang yang terletak di bagian utara Gunung Manglayang. “Kalau terjadi pergeseran pada patahan itu maka bisa menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan,” tutur Dr. Dicky Muslim.

Tingkat kewaspadaan terhadap bencana ini diperlukan agar kita dapat mengetahui apa yang harus kita lakukan ketika bencana datang. “Diperlukan kesadaran bersama, dan biasanya kalau kita sudah bersama kita jadi besar,” tutur Dr. Dicky Muslim. Kesadaran bersama penting agar apabila Unpad tiba-tiba dilanda bencana alam, semuanya sudah siap dan tahu apa saja yang harus dilakukan. Dengan segala potensi ancaman bencana alam yang ada di kawasan Jatinangor, diharapkan Unpad sudah siap dan tanggap.*

Laporan oleh: Putri Syfa Karina / eh