Unpad Terima Pengelolaan Asrama Bale Padjadjaran dan Klinik Padjadjaran dari PT. Padma dan PT. Rumah Sakit Padjadjaran

[Unpad.ac.id, 28/12/2016] Universitas Padjadjaran mulai 2017 mendatang akan mengelola secara mandiri asrama Bale Padjadjaran dan Klinik Padjadjaran di kampus Jatinangor. Sebelumnya, pengelolaan Bale Padjadjaran dilakukan oleh PT. Padjadjaran Mitra (Padma) dan Klinik Padjadjaran dilakukan oleh PT. Rumah Sakit Padjadjaran.

Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Tri Hanggono Achmad, (kedua dari kanan) beserta Direktur Utama PT. Rumah Sakit Padjadjaran, Dr. Koeswadji, M.Sc., (kedua dari kiri) usai penandatanganan Kesepakatan Bersama Pengakhiran Perjanjian Kerjasama Operasional antara Unpad dengan PT. Rumah Sakit Padjadjaran, di asrama 4 Bale Padjadjaran Unpad Kampus Jatinangor, Rabu (28/12). (Foto: Dadan T.)*

Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Tri Hanggono Achmad, (kedua dari kanan) beserta Direktur Utama PT. Rumah Sakit Padjadjaran, Dr. Koeswadji, M.Sc., (kedua dari kiri) usai penandatanganan Kesepakatan Bersama Pengakhiran Perjanjian Kerjasama Operasional antara Unpad dengan PT. Rumah Sakit Padjadjaran, di asrama 4 Bale Padjadjaran Unpad Kampus Jatinangor, Rabu (28/12). (Foto: Dadan T.)*

Penyerahan pengelolaan secara simbolis ditandai penandatanganan Kesepakatan Bersama Pengakhiran Perjanjian Kerjasama Operasional antara Unpad dengan PT. Rumah Sakit Padjadjaran tentang Perjanjian Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan pada Klinik Padjadjaran Unpad Kampus Jatinangor. Penandatanganan dilakukan Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, dengan Direktur Utama PT. Rumah Sakit Padjadjaran, Dr. Koeswadji, M.Sc., di Bale Padjadjaran Unpad Kampus Jatinangor, Rabu (28/12).

Dalam acara tersebut hadir Rektor ke-9 Unpad, Prof. Himendra Wargahadibrata, dr., Sp.AN., KIC., Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad Prof. Dr. Ponpon S. Idjradinata, dr., SpAK., pimpinan universitas dan fakultas, serta perwakilan dari pihak PT. Padma dan PT. Rumah Sakit Padjadjaran.

Dalam sambutannya, Dr. Koeswadji menuturkan, keberadaan asrama Bale Padjadjaran merupakan implementasi awal kerja sama twinning program antara FK Unpad dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada 2006. Pada saat itu, UKM mendorong Unpad untuk menyediakan asrama karena proses pembelajaran ilmu Kedokteran di UKM mewajibkan mahasiswanya masuk asrama di tahun pertama.

“Mereka harapkan kita menyediakan asrama, sementara pada waktu itu mendekati akhir tahun anggaran. Bagaimanapun, kita (Unpad) harus berani ambil keputusan, karena program twinning program ini menjadi kehormatan bagi Unpad,” papar Dr. Koeswadji.

Pada tahap awal, berhasil didirikan asrama Bale Padjadjaran 1 sebagai awal mula dilaksanakannya twinning program. Asrama ini dihuni oleh mahasiswa asal Malaysia yang berkuliah di program Sarjana FK Unpad. Pada tahun berikutnya didirikan Asrama Bale Padjadjaran 2, serta didirikan pula Asrama Bale Padjadjaran 3 dan 4 di tahun selanjutnya. Sehingga total asrama Bale Padjadjaran ini berjumlah 4 gedung.

Mengingat pada saat itu Unpad masih berstatus sebagai PTN Satker, maka proses pembangunan dan pengelolaan asrama dilaksanakan melalui kerja sama pihak ketiga. Dalam hal ini, PT. Padma menjadi mitra Unpad dalam mengelola asrama dengan masa perjanjian pengelolaan selama 20 tahun hingga 2026.

Jelang 1 dekade pengelolaan, berubahnya status Unpad menjadi PTN BH membuat kewenangan pengelolaan aset menjadi lebih leluasa. Untuk itu, lanjut Dr. Koeswadji, pihaknya kemudian menyilakan Unpad untuk mengelola asrama Bale Padjadjaran dan Klinik Padjadjaran secara mandiri tanpa menunggu masa perjanjian berakhir di 2026.

Adapun pengelolaan pelayanan kesehatan di kampus Jatinangor oleh pihak PT. Rumah Sakit Padjadjaran didasarkan pada kurang optimalnya pelayanan kesehatan di Unpad sebelumnya. Rektor Unpad pada waktu itu, Prof. Himendra Wargahadibrata, kemudian mempercayakan pengelolaan kepada PT. RSP.

Lebih lanjut Dr. Koeswadji menuturkan, untuk pengelolaan asrama, pihaknya menyerahkan penuh 4 gedung asrama berikut perabot, peralatan pendukung, hingga mahasiswa penghuni dan pekerja kepada Unpad. Sedangkan penyerahan Klinik Padjadjaran pihaknya menyerahkan gedung dan tenaga pengelola. humas-unpad-2016_12_28-serah-terima-bale-dan-klinik-padjadjaran-2-dadan

“Mulai 1 Januari, semuanya kami serahkan ke Unpad. Ini untuk memudahkan proses administrasi setelah penyerahan,” kata Dr. Koeswadji.

Sementara itu, Rektor pun mengapresiasi penyerahan asrama dan klinik ini. Dengan menjadi PTN Berbadan Hukum, Unpad diharapkan dapat melaksanakan berbagai performa pengelolaan berbagai fasilitas dengan baik.

Terkait pengelolaan asrama, performa baik yang telah ditunjukkan asrama Bale Padjadjaran melalui PT. Padma selama 10 tahun ini seharusnya bisa ditingkatkan jauh lebih baik lagi. Selain itu, model pengelolaan asrama di Bale Padjadjaran ini diharapkan bisa menjadi role model pengelolaan asrama lainnya di Unpad.

Sementara di bidang pengelolaan klinik kesehatan, Rektor berharap ke depan Klinik Padjadjaran bukan sekadar Pusat Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (PPK I), tetapi dapat mengembangkan aspek-aspek preventif.

Pengelolaan asrama Bale Padjadjaran selanjutkan akan dilakukan Direktorat Sumber Daya Pembelajaran dan Perpustakaan. Sementara pengelolaan klinik kesehatan dilakukan UPT Kesehatan Unpad.*

 

Laporan oleh Arief Maulana