Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr., “Unpad Harus Mendorong Komersialisasi Riset dan Akademiknya untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. “

[Unpad.ac.id, 18/01/2017] Upaya Universitas Padjadjaran dalam melakukan transformasi pengelolaan pendidikan tinggi adalah bertujuan untuk menghasilkan dampak kuat bagi masyarakat. Karena saat ini, perguruan tinggi sudah bukan lagi sebagai pusat keilmuan, tetapi berkontribusi dalam pembangunan bangsa dengan menekankan pada kekuatan akademik.

Rektor Unpad saat diwawancarai Zornitza Natcheva, Editorial Director ASEAN Education Spotlight pada media Higher Education Spotlight, di Ruang Rektor Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Rabu (18/01).(Foto oleh : Arief Maulana)*

Rektor Unpad saat diwawancarai Zornitza Natcheva, Editorial Director ASEAN Education Spotlight pada media Higher Education Spotlight, di Ruang Rektor Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Rabu (18/01). (Foto oleh : Arief Maulana)*

Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Tri Hanggono Achmad, mengatakan, melihat tantangan yang besar, perguruan tinggi dinilai tidak bisa berjalan sendiri. Dalam hal ini, Unpad telah melakukan upaya kolaborasi interdependensi dengan berbagai unsur di masyarakat, mulai dari pemerintah, pengusaha, hingga berbagai komunitas dan media massa.

“Dengan adanya interaksi kuat, kita (Unpad) sanggup untuk memberikan dampak kuat dan kebermanfaatan kepada masyarakat,” ujar Rektor saat diwawancarai Zornitza Natcheva, Editorial Director ASEAN Education Spotlight pada media Higher Education Spotlight, di Ruang Rektor Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Rabu (18/01).

Dalam wawancara tersebut, Rektor didampingi Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik/Kepala Kantor Internasional Ade Kadarisman, S.Sos., M.T., M.Sc., Sekretaris Kantor Internasional Ronny dr., M.Kes., AIFO, PhD., serta Direktur Perencanaan dan Sistem Informasi Irvan Afriandi, dr., Grad., Dipl. OEH., MPH., Dr.PH.

Di hadapan Natcheva, Rektor mengatakan, pengembangan sains dan teknologi saat ini tidak hanya didominasi oleh perguruan tinggi. Maka, perguruan tinggi saat ini harus sudah membuka diri dengan melakukan interaksi kuat dengan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan demikian, langkah perguruan tinggi saat ini tidak hanya berjalan pada satu strategi, tetapi didukung banyak strategi. Kolaborasi interdependensi ini terus didorong untuk diwujudkan baik pada skala nasional maupun internasional.

Adapun tujuan utama transformasi Unpad saat ini mewujudkan proses pembelajaran transformatif. Unpad, lanjut Rektor, punya kekuatan besar di bidang akademik. Maka Unpad harus mendorong komersialisasi riset dan akademiknya untuk mendorong terciptanya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu kunci pembelajaran transformatif ialah menguatkan kembali peran guru besar sebagai pemimpin aktivitas akademik. Hal ini akan mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki Unpad. Dengan adanya upaya tersebut, maka fasilitasi yang diberikan universitas akan terfokus pada penguatan academic leadership.

“Maka, Unpad tidak memberikan research grant, tetapi academic leadership grant,” kata Rektor.

Penguatan academic leadership juga mengubah arus pengelolaan kelembagaan di Unpad. Rektor menuturkan, selama ini banyak guru besar dan dosen yang memegang jabatan struktural sehingga aktivitas riset dan akademik tidak banyak ditingkatkan. Pada saat ini, Unpad mendorong penuh peran guru besar dan dosen untuk melakukan riset dan menghasilkan inovasi.

“Saat ini kami mendorong penguatan fungsi oleh para tenaga kependidikan. Ini juga memberikan kesempatan bagi tendik untuk mengoptimalkan potensi dan karir,” papar Rektor.

Dalam wawancara tersebut, Rektor juga menjelaskan berbagai program unggulan Unpad, baik yang sudah berjalan maupun yang akan dilakukan ke depan, serta makna dari Pola Ilmiah Pokok Unpad “Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional” yang saat ini masih relevan dengan tantangan zaman.

Ketika ditanya mengenai capaian Unpad dalam 10 tahun ke depan, Rektor mengatakan, ia punya mimpi besar dalam mendorong Unpad berkontribusi dalam memajukan Jawa Barat untuk Indonesia.*

Laporan oleh Arief Maulana / wep