Wabup Majalengka Berharap Mahasiswa dan Guru Besar Unpad Teliti Potensi Sentra Usaha Kuliner Tradisional

[Unpad.ac.id, 5/1/2017] Rombongan peserta KKNM PPMD Integratif Unpad Periode Januari-Februari 2017 di Majalengka diterima jajaran pemerintahan Kabupaten Majalengka. Rombongan diterima oleh Wakil Bupati Majalengka, Dr. H. Karna Sobahi, M.MPd., di halaman Pendopo Bupati Majalengka, Rabu (4/1).

Wakil Bupati Majalengka, Dr. H. Karna Sobahi, M.MPd., dan Ketua Tim Adhoc KKNM, Prof. Dr. Tajudin Nur, M.Hum., di Pendopo Bupati Majalengka, Rabu (4/1). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Wakil Bupati Majalengka, Dr. H. Karna Sobahi, M.MPd., dan Ketua Tim Adhoc KKNM, Prof. Dr. Tajudin Nur, M.Hum., di Pendopo Bupati Majalengka, Rabu (4/1). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Selain Wakil Bupati Majalengka, dalam acara tersebut juga hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka Drs. H. Ahmad Sodikin, beberapa pejabat kedinasan di lingkup pemerintahan Kabupaten Majalengka, serta Camat yang menjadi lokasi KKNM di Majalengka, yaitu Talaga, Cikijing, dan Cingambul. Sementara dari pihak Unpad hadir Ketua Tim Adhoc KKNM, Prof. Dr. Tajudin Nur, M.Hum., para DPL KKNM, mahasiswa, dan perwakilan tenaga kependidikan Unpad.

Dalam sambutannya, Karna menyampaikan, kehadiran mahasiswa Unpad melalui program KKNM di Majalengka merupakan bagian penting dari pembangunan Majalengka. Apalagi KKNM ini terintegrasi dengan program Profesor Masuk Desa, yaitu keterlibatan aktif para Guru Besar Unpad dalam mengaplikasikan hasil risetnya bagi masyarakat Jawa Barat.

“Ketika mahasiswa dan Guru Besar melakukan KKNM di desa Majalengka, ini sesuai dengan komitmen kami dalam mewujudkan program Nawa Cita, yaitu membangun dari pinggiran,” ujar Karna.

Tiga kecamatan lokasi KKNM seluruhnya berada di wilayah selatan Majalengka. Karna mengungkapkan, wilayah selatan Majalengka dinilai lebih representatif untuk dijadikan lokasi KKNM dan penelitian. “Wilayahnya jauh lebih sejuk dan tingkat keamanan jauh lebih baik,” tambah Karna.

Selain berudara sejuk, wilayah selatan Majalengka juga memiliki potensi sebagai pusat olahan makanan. Di Kecamatan Cikijing dan Cingambul misalnya, lanjut Karna, memiliki banyak sentra usaha rumahan yang bergerak di bidang kuliner tradisional. Ini diharapkan dapat menjadi potensi penelitian.

Agar berlangsung kondusif, Karna berharap para Camat dapat memfasilitasi kegiatan KKNM. Khusus mahasiswa, Karna juga berpesan agar dapat mengenali berbagai kultur dan karakter masyarakat di Talaga, Cikijing, dan Cingambul.

“Cermati dan aktif berpartisipasi pada berbagai program yang dijalankan desa. Insya Allah, ketika sebulan dilaksanakan dengan baik, kehadiran saudara akan terus dikenang,” ujar Karna.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tajudin juga mengapresiasi acara penerimaan yang dilakukan Pemkab Majalengka. Ia menilai, Majalengka selalu memberikan respons yang baik dalam program KKNM.

“Dalam beberapa kali pelaksanaan KKNM di Majalengka, jajaran Pemkab selalu berkesempatan menyambut para mahasiswa dan DPL,” ujarnya.

Lebih lanjut Guru Besar FIB Unpad ini menjelaskan, pada kegiatan Profesor Masuk Desa, para Guru Besar akan melakukan pengabdian selama 4 bulan di desa yang menjadi lokasi KKNM. Kegiatan ini merupakan implementasi hasil penelitian para guru besar yang bertujuan memecahkan beberapa masalah yang terjadi di masyarakat.

Terintegrasi dengan program KKNM, mahasiswa akan melakukan identifikasi potensi dan beragam masalah yang terjadi di desa. Dari hasil identifikasi tersebut, mahasiswa dan DPL kemudian mencoba membuat program kerja sederhana. Ia pun berharap, kegiatan pengabdian yang dilakukan dapat terus berkelanjutan. Diharapkan akan lahir beberapa desa binaan Unpad yang terus menjadi objek penelitian dari berbagai bidang studi.*

Pemberangkatan peserta KKNM PPMD Integratif hari kedua dari Lapangan PPBS Unpad Jatinangor pada Kamis (5/1). Pelepasan pemberangkatan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Dr. Arry Bainus, MA. (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh