Mahasiswa Teknologi Pangan Unpad Juara Kompetisi Video Hari Gizi Nasional 2017

[Unpad.ac.id, 20/03/2017] Mahasiswa Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad meraih juara pertama dan kedua dalam Video Competition Hari Gizi Nasional 2017 yang digelar Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia  (HMPPI), 28 Februari – 18 Maret 2017 lalu. Prestasi ini mereka raih atas video yang mereka buat untuk kompetisi tersebut dengan tema “Cerdas Memilih Jajanan Aman Bergizi.”

Kiri ke kenan: Florensia Irena, Isfari Dinika, dan Nabila Aprila. (Foto: Tedi Yusup)*

Kiri ke kenan: Florensia Irena, Isfari Dinika, dan Nabila Aprilira. (Foto: Tedi Yusup)*

Juara pertama diraih oleh Isfari Dinika dengan karyanya yang berjudul “Orang Tua dan Jajanan Sang Anak”, dan juara kedua diraih oleh Florensia Irena, Nabila Aprilira, dan Isfari dengan video berjudul “Your Food, Your Life”. Kompetisi tersebut digelar secara online.

Dalam video “Orang Tua dan Jajanan Sang Anak”, Isfari ingin memberikan pesan jika tidak semua jajanan anak di sekolah itu aman dikonsumsi anak-anak. Berdasarkan survei BPOM 2010, diketahui sekitar 40% jajanan anak tidak memenuhi syarat keamanan pangan. Padahal, anak-anak berada dalam masa pertumbuhan dan sangat membutuhkan nutrisi baik.  Untuk itu, sangat penting bagi orang tua untuk menjaga asupan gizi anak-anak  dengan ikut mengawasi jajanan  mereka.

“Bagi anak-anak, orang tua sebagai pertahanan pertama yang mengajarkan anak agar jajanan yang dibelinya aman dan bisa mencerdaskan juga,” ujar Isfari.

Sementara itu, video “Your Food, Your Life” mengkritisi masih banyak mahasiswa yang tidak peduli pada asupan gizi mereka. Selain lupa sarapan, jajanan yang mereka beli pun seringkali tidak memenuhi syarat keamanan pangan. Prestasi mahasiswa pun dapat terhambat hanya karena asupan gizi yang tidak terpenuhi.

“Video ini mengingatkan lagi bahwa kita harus selektif dalam memilih jajanan. Jangan sampai kita jajan sembarang, tapi malah membuat sakit dan menghalangi  kita dalam berprestasi,”  tutur Florensia.

Isfari, Florensia, dan Nabila mengaku mengikuti kompetisi tersebut karena ingin berpartisipasi dalam mengedukasi masyarakat mengenai pangan yang aman dikonsumsi. Mengikuti kompetisi pun dinilai dapat mengasah kreativitas mereka di tingkat nasional. Terlebih, mereka sangat menyukai proses pembuatan video.

“Jadi, kita berkontribusi menyebarkan informasi tentang pangan itu lewat video,” ujar Nabila.

Ketiganya pun berharap prestasi yang mereka raih ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kreativitas dan prestasi. Mereka menilai, banyak mahasiswa yang memiliki potensi namun kurang percaya diri untuk mengikuti kompetisi.

“Saya harap ini bisa menjadi inspirasi bagi mereka agar aktif, dan Unpad bisa menonjol dari segi non-akademik juga,” harap Isfari.

Bagi tiga mahasiswa yang tergabung dalam Dreamcatchers Crew ini, prestasi tersebut diraih atas hasil kerja sama tim, bersama sejumlah dosen dan mahasiswa FTIP Unpad . Dalam dua video tersebut, Isfari dan tim juga melibatkan dosen FTIP Unpad sebagai narasumber, dan sejumlah mahasiswa FTIP Unpad sebagai pemain.

“Bagi kami kemenangan ini tuh hasil kerja sama dari teman-teman dan dosen. Karena video ini juga tidak terlepas dari peran serta mereka,” ujar Isfari.

Tidak lupa. ketiga mahasiswa tersebut juga mengapresiasi dua dosen mereka, Dr. Gemilang Lara Utama, S.Pt., M.I.L., serta Endah Wulandari, S.TP., M.Si., yang telah berpartisipasi dalam pembuatan dua video tersebut.

Sebelumnya, Dreamcatchers Crew juga pernah meraih prestasi terkait pembuatan video. Lewat karya berjudul “Sourier De Reves (Smile of Dreams)”, mereka meraih Best Cinema of Short Film Competition “Cinema 10s” yang digelar LA Community di Jatinangor, 20 Desember 2016 lalu.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana/am