Prof. Dr. Endang Sutedja, dr., Sp.KK(K), “Dosen Kunci Penting Sebagai Fasilitator dan Role Model Pendidikan”

[unpad.ac.id, 18/05/2017] Jika diibaratkan, sistem imun layaknya sebuah orkestra. Dalam sistem tersebut, terdapat sejumlah “pemain” yang memiliki fungsi masing-masing  dan saling bekerja sama untuk menghasilkan suatu harmoni yang indah.

Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unpad, Prof. Dr. Endang Sutedja, dr., Sp.KK(K) saat menyampaikan Kuliah Kehormatan dan Syukuran 70 Tahun Prof. Endang yang digelar di Auditorium Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jln. Eijkman 38 Bandung, Kamis (18/05). (Foto: Tedi Yusup)*

“Seperti halnya dalam suatu orkestra simfoni, dalam sistem imun terdapat pula pemain-pemain, diantaranya adalah sel-sel yang mampu berperan sesuai dengan  fungsinya masing-masing,” kata Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unpad, Prof. Dr. Endang Sutedja, dr., Sp.KK(K) dalam Kuliah Kehormatan dan Syukuran 70 Tahun Prof. Endang yang digelar di Auditorium Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jln. Eijkman 38 Bandung, Kamis (18/05).

Dalam kuliahnya Prof. Endang memaparkan, sistem imun terdiri dari berbagai molekul, sel, jaringan, dan organ yang saling bekerja sama untuk melindungi tubuh terhadap berbagai stimulus yang berbahaya. Sistem pertahanan tubuh manusia terdiri dari dua sistem imun yang saling berhubungan, yaitu sistem imun bawaan dan sistem imun adaptif. Dijelaskan Prof. Endang, sistem imun adaptif selalu berubah tergantung lingkungannya.

“Oleh karena itu, perubahan adalah suatu keniscayaan, sesuatu yang tidak berubah adalah  proses perubahan itu sendiri,” kata pria kelahiran 1 April 1947 ini.

Prof. Endang pun mengaitkan hal tersebut dengan proses perubahan sistem pendidikan di Fakultas Kedokteran Unpad sejak tahun 2001. Prof. Endang sendiri merupakan salah satu orang yang terlibat dalam perkembangan kurikulum di FK Unpad. Sejak tahun 2001, FK Unpad sudah mulai menerapkan pendidikan Student Centered Learning. Menurutnya, FK Unpad merupakan salah satu pionir pelaksanaan sistem pendidikan Kurikulum Berbasis Kompetensi.

Perkembangan sistem pendidikan tersebut merupakan suatu keniscayaan. Perubahan terjadi diantaranya mengikuti perkembangan teknologi informasi yang berkembang pesat, akses literatur yang terbuka luas, informasi yang begitu beragam, hingga perkembangan undang-undang dan adanya tuntutan pasien yang lebih sadar hukum.

Untuk itu, Prof. Endang menekankan bahwa dalam sistem pendidikan dibutuhkan peran semua pihak untuk menciptakan “harmoni” yang indah. Peran dosen pun menjadi salah satu kunci penting, diantaranya sebagai fasilitator dan role model.

“Seorang dokter yang menjadi dosen adalah dua profesi yang sangat mulia untuk pengabdian. Sebagai seorang dokter, mengabdi kepada pasien. Dan seorang dosen kita mengimplemetasikan ilmu kita untuk memberikan informasi sekecil apapun,” ujar Prof. Endang.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad mengungkapkan bahwa peran penting dari setiap perubahan adalah faktor sumber daya manusia. Inilah salah satu peran penting yang dimiliki Prof. Endang dalam perkembangan sistem pendidikan di FK Unpad, dimana ia pernah menjadi Koordinator SDM FK Unpad.

“Bagaimana kita mengajak seluruh sejawat kita untuk betul-betul berkontribusi secara aktif, berdedikasi yang kuat, melakukan perubahan-perubaan yang dimulai dari diri kita sendiri,” kata Rektor.

Rektor pun mengapresiasi sejumlah karya dan pemikiran dari Prof. Endang. Diharapkan, apa yang disampaikan Prof. Endang dapat menjadi dorongan bagi generasi selanjutnya untuk melakukan pengabdian lebih baik lagi.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am