Pentingnya Kolaborasi Keilmuan dalam Pengembangan Teknologi Powder

[unpad.ac.id, 08/08/2017] Perkembangan teknologi powder saat ini semakin merambah ke berbagai bidang ilmu. Kolaborasi berbagai bidang ilmu tersebut menjadi terobosan baru untuk memenuhi berbagai kebutuhan industri. Untuk itu peran perguruan tinggi melalui sinergi pemanfaatan hasil risetnya dengan kebijakan pemerintah dan kebutuhan pengembangan industri sangatlah penting.

Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad memberikan sambutan pada pembukaan The 1st International Conference and Exhibition on Powder Technology Indonesia (IcePTi) 2017 pada Selasa (8/8) di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor. (Foto: Tedi Yusup)

Berkenaan dengan hal tersebut, Pusat Riset Pengembangan Institusi Nanoteknologi dan Graphene (PRINT-G) bekerja sama dengan Kawasan Sains dan Teknologi (KST), Pusat Studi Ilmu Rekayasa Material Univesitas Padjadjaran dan Asosiasi Powder Indonesia (Aspowin) menyelenggarakan The 1st International Conference and Exhibition on Powder Technology Indonesia (IcePTi) 2017 pada Selasa (8/8) hingga Rabu (9/8) di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor.

Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad saat membuka acara tersebut menyampaikan bahwa melalui konferensi ini tidak hanya membahas berbagai perkembangan teknologi powder dari berbagai bidang ilmu saja, tetapi juga menghasilkan kolaborasi baru untuk pengembangan hasil riset yang berkelanjutan.

“Dalam pertemuan ini kita tidak hanya mendengar dan membahas teknologi powder tetapi juga untuk mengetahui apa yang sebetulnya dibutuhkan oleh masyarakat dan industri. Hal ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mengetahui apa yang dibutuhkan di masa yang akan datang,” ujar Rektor dihadapan para peserta konferensi.

IcePTi 2017 terdiri dari berbagai rangkaian acara yang meliputi konferensi internasional, Business Talk, Business Matching dan pameran produk teknologi powder yang dihadir oleh para peneliti dan pebisnis dari dalam dan luar negeri.

Ketua Panitia IcePTi 2017, Prof. Dr. Eng. Camellia Panatarani, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi ide, progres penelitian, pengembangan teknologi dan kolaborasi antara peneliti dan industri dalam bidang teknologi powder dan aplikasinya dalam ruang lingkup nanoteknologi, farmasi, kimia dan agrokimia, pangan  dan pakan, mineral, pelapisan serbuk dan cat, kosmetik, sabun dan deterjen, keramik, toner, karet dan plastik, dan lain-lain.

Pada kesempatan tersebut hadir berbagai peneliti dari dalam dan luar negeri sebagai pembicara antara lain, Prof. Hidehiro Kamiya (Dekan di Tokyo University of  Agriculture and Technology, Jepang), Dr.Keri Lestari (Unpad), Dr. Deo Raj Sing (Weill Cornel Medical College, Cornell University, Amerika Serikat), Prof. Mikio Sakai (University of Tokyo, Jepang), Dr. P. Mullai (Annamalia University India) dan lain-lain.

Sementara itu, kegiatan Business Talk akan dihadiri pengusaha dan praktisi antara lain, Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Harjanto, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Nugroho Cristijanto, Direktur Penelitian dan Pengembangan Bio Farma Sugeng Raharso, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani, Ketua Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia Franciscus Welirang dan Ketua Kawasan Sains dan Teknologi Unpad Prof. Dr. Edy Sunardi. Kegiatan Business Talk tersebut akan dirangkaian dengan Business Matching yang mempertemukan antara para peneliti, industri nasional dan industri Jepang untuk berkolaborasi menerapkan inovasi yang telah dikembangkan.

 

Laporan oleh Marlia