Rektor dan Bupati Garut Resmikan Universitas Padjadjaran Kampus Garut

[unpad.ac.id, 29/08/2017] Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Garut  secara resmi telah diserahkan pengelolaannya kepada Universitas Padjadjaran. Penyerahan ini dilakukan oleh Bupati Garut H. Rudy Gunawan, S.H., M.H., M.P., kepada Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad, Selasa (29/8) ini di Kampus Akper Pemkab Garut Jl. Proklamasi No. 5 Garut. Pada kesempatan itu Bupati Garut sekaligus menandatangani Berita Acara Serah Terima Akper Pemkab Garut kepada Kemenristekdikti.

Bupati Garut H. Rudy Gunawan, S.H., M.H., M.P., bersama Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad, meresmikan Universitas Padjadjaran Kampus Garut di Jl. Proklamasi No. 5 Garut, Selasa (29/8) ini. (Foto: Dadan T.)

Adapun hal-hal yang diserahkan dalam Berita Acara Serah Terima tersebut mencakup personel, sarana prasarana, peralatan dan mesin, tanah, gedung, kendaraan, pendanaan dan dokumen.

Penandatanganan dan penyerahan Berita Acara Serah Terima Akper Pemkab Garut ini disaksikan pula oleh Ketua Komisi D DPRD Kab. Garut Asep De Maman, Kepala Kejaksaan Negeri Kab. Garut, Mamik Suligiono dan perwakilan Kemenristekdikti, Hendra Wijaya dan Sylvia Supartiningsih.

Hadir pada acara tersebut Dekan Fakultas Keperawatan Unpad Kusman Ibrahim, S.Kp., M.NS., PhD., Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ir. H. Sudarjat, M.P., Direktur Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp.A-K, M.Kes., Direktur Sarana dan Prasarana Dr. Irwan Ary Dharmawan serta perwakilan dari aparat pemerintah Kab. Garut, para dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa Fakultas Keperawatan Unpad di Kampus Garut.

Bupati Garut dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi pihak Unpad yang telah bersedia mengelola Akper Pemkab Garut ini sebagai tindak lanjut implementasi UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang tidak memfasilitasi keberadaan Pendidikan Tinggi Diploma Bidang Kesehatan milik pemerintah Daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Unpad yang memberikan kepercayaan kepada Akper yang awalnya dikelola oleh Pemda Garut sehingga dapat dikelola oleh Unpad. Persaingan untuk masuk Unpad itu sangat ketat, sehingga ini menjadi rahmat bagi kita untuk dapat bergabung di Unpad,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Unpad menyampaikan bahwa sebagai perguruan tinggi yang lahir di tanah Jawa Barat, sudah sepantasnya Unpad memulai pengabdiannya di tanah kelahirannya. Menurutnya, kepercayaan dan fasilitasi tersebut menjadi wujud keyakinan kita bersama untuk dapat bersama-sama mengembangkan pembangunan melalui pengabdian.

“Dengan diserahkannya Akper ini, maka jumlah mahasiswa Unpad asal Garut menjadi yang terbesar dibandingkan dengan kabupaten lain. Ini merupakan modal penting untuk mengembangkan Garut di masa depan,” ujar Rektor.

Rektor juga menambahkan bahwa kehadiran Unpad disini menghadapi tantangan yang kompleks. Namun Unpad berkomitmen untuk menjadi daya ungkit pembangunan di Garut. “Dengan hadirnya Unpad di Garut, Garut harus bisa lebih maju lagi,” lanjutnya.

Usai penandatanganan dan penyerahan Berita Acara Serah Terima tersebut, selanjutnya Rektor Unpad meresmikan Universitas Padjadjaran Kampus Garut dengan membuka selubung nama bersama-sama dengan Bupati Garut.

Acara dilanjutkan dengan peresmian asrama Bale Wilasa 14, 15, 16 yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Rektor Unpad dan Bupati Garut. Ketiga asrama yang masih berlokasi di dalam kampus tersebut akan ditempati  oleh mahasiswa Keperawatan pada tahun pertama.

Sebagai informasi, Akper Pemkab Garut ini merupakan konversi dari SPK Pemda Garut yang telah didirikan sejak tahun 1982 yang bertempat di Komplek Rumah Sakit Umum Dokter Slamet Garut. Konversi ini terjadi pada tahun 1997. Kampus ini menempati lahan seluas 9.603 m2 dengan luas bangunan 2.586 m2 yang mencakup gedung kantor, ruang kuliah, aula, dan asrama.

Dari sisi personel, untuk dosen dan tenaga kependidikan dengan status PNS sedang diajukan untuk alih status menjadi PNS dibawah Kemenristekdikti. Bagi yang non-PNS akan menjadi Pegawai Unpad Non PNS.

Bagi mahasiswa lama, mereka diperkenankan memilih untuk tetap di jenjang D-III atau transfer ke S-1. Saat ini, tercatat sebanyak 406 mahasiswa lama yang memilih untuk transfer ke S-1 Keperawatan dan sebanyak 79 orang yang tetap memilih jenjang D-III. Ada pula mahasiswa lain yang pindah ke perguruan tinggi yang lain atau tidak melanjutkan pendidikan di Unpad. Sementara itu, tahun ini Kampus Unpad Garut juga telah menerima mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN. Sebanyak 72 orang mahasiswa diterima di Fakultas Keperawatan Kampus Garut ini.*
Laporan oleh Marlia