Puncak Perayaaan Dies Natalis ke-60, Rektor Sampaikan Refleksi Perjalanan Unpad

[unpad.ac.id, 11/09/2017] Genap berusia 60 tahun, Universitas Padjadjaran masih tetap berkomitmen melaksanakan apa yang dicita-citakan para pendirinya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Proses pendidikan yang diemban Unpad merupakan amanat dari para pendahulu untuk membuka kesempatan masyarakat mengenyam pendidikan tinggi.]

Rektor Universitas Padjadjaran rof. Tri Hanggono Achmad saat menyampaikan orasi ilmiah pada acara Puncak Perayaan Dies Natalis ke-60 Unpad di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Senin (11/09). (Foto: Tedi Yusup)*

Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad, dalam orasi ilmiahnya menyampaikan, tonggak sejarah penting yang telah dilalui Unpad saat ini adalah transformasi pengelolaan menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Badan Hukum yang memiliki kewenangan pengelolaan akademik dan nonakademik. Perubahan status ini secara resmi tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 80 tahun 2014 dan PP Nomor 51 Tahun 2015.

Orasi ilmiah tersebut disampaikan Rektor saat acara Puncak Perayaan Dies Natalis ke-60 Unpad di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Senin (11/09). Orasi ilmiah ini secara khusus dihadiri Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, sejumlah menteri kabinet kerja, pimpinan daerah, beberapa rektor perguruan tinggi, serta pimpinan, guru besar, dan civitas academica Unpad.

Terkait dengan transformasi PTN Badan Hukum, Rektor memaparkan satu refleksi yang menjadi rongga penting pengelolaan Unpad. Pola Ilmiah Pokok “Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional” merupakan refleksi Unpad yang saat ini masih relevan dalam menghadapi tantangan perubahan global.

“PIP ini sebagai kristalisasi wujud pemikiran, pengalaman, dan harapan mengenai jati diri keunggulan Unpad, yang dipandu oleh kepemimpinan akademik Prof. Mochtar Koesoemaatmadja, Prof. Otto Soemarwoto, dan Prof. Didi Atmadilaga saat itu,” kata Rektor.

Gagasan ini, lanjut Rektor, sejalan dengan konsep Wawasan Nusantara yang juga merupakan refleksi pemikiran dan upaya Prof. Mochtar Koesoemaatmadja dalam memelihara batas kedaulatan NKRI. Konsep ini akhirnya diakui oleh konstitusi internasional sebagai batas kedaulatan NKRI.

Pemikiran lain yang penting dari PIP Unpad adalah peranan ekologi dalam pembangunan. PIP Unpad mampu menginspirasi dunia akademik untuk berperan aktif dalam upaya pecapaian pembangunan berkelanjutan.

“Salah satu wujud nyata dari semangat PIP Unpad adalah dukungan Unpad pada proses pengajuan UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu di Sukabumi Selatan,” kata Rektor.

Di bidang kelembagaan universitas, Unpad juga melakukan transformasi pengelolaan kelembagaan, diantaranya dengan melakukan reformasi birokrasi merampingkan struktur dan pengalihan fungsi. Unpad saat ini telah menghilangkan jabatan struktural dan mentransformasikannya menjadi jabatan fungsional tertentu. Dengan dukungan reformasi birokrasi tersebut, lanjut Rektor, Unpad mampu mendorong peningkatan luaran kinerja akademik.

Sementara dari sisi akademik, Unpad setidaknya menjadi perguruan tinggi dengan jumlah pendaftar tertinggi se-Indonesia melalui jalur SNMPTN dalam 6 tahun terakhir. Hanya sekitar 6% peminat saja yang lulus seleksi di Unpad.

Tingginya jumlah peminat ini terus mendorong Unpad untuk meningkatkan kinerja pembelajaran dan penelitian. Rektor mengapresiasi luaran akademik yang dihasilkan para dosen dan mahasiswa. Ini terlihat berdasarkan data per September 2017, sebanyak 291 artikel ilmiah dosen Unpad telah dimuat pada jurnal internasional bereputasi.

“Jumlah tersebut melampaui jumlah publikasi sejenis yang tercatat pada akhir tahun 2016, yaitu sejumlah 244 artikel,” kata Rektor.

Selanjutnya, Rektor juga menyampaikan beberapa program unggulan Unpad, diantaranya Aliansi Strategis Universitas Padjadjaran – Jawa Barat (ASUP Jabar), program Profesor Masuk Desa, program pembebasan biaya Pendidikan Dokter dan Dokter Spesialis dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga dokter dan dokter spesialis di daerah.

“Berbagai gagasan dari almamater dan implementasinya, kami dedikasikan bagi pembangunan berkelanjutan dalam rangka mewujudkan cita-cita Republik Indonesia,” kata Rektor.

Dalam acara puncak perayaan Dies Natalis diluncurkan buku “Menyongsong SDGs: Kesiapan Daerah-daerah di Indonesia”. Buku tersebut secara resmi diserahkan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Prof. Armida Salsiah Alisyahbana, PhD, kepada Presiden Joko Widodo. Selain itu, di luar Grha Sanusi Hardjadinata diselenggarakan pameran Foto Perjalanan dan Perkembangan Unpad serta Pameran Foto Pembangunan Infrastruktur yang merupakan kerja sama Unpad dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dam Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).*

Laporan oleh Arief Maulana