Unpad Terima Penghargaan “Grey Literature” dari Perpustakaan Nasional

[unpad.ac.id, 14/09/2017] Universitas Padjadjaran mendapat penghargaan dari Perpustakaan Nasional Indonesia untuk kategori “Grey Literature” di sela penutupan Indonesia International Book Fair (IIBF) 2017 di Jakarta Convention Center, Minggu (10/09) lalu.

Direktur Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan (SDAP) Unpad Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr. Sp.A(K), M.Kes., saat menerima penghargaan kategori “Grey Literature” dari Perpustakaan Nasional RI di acara penutupan Indonesia International Book Fair 2017 di Jakarta, Minggu (10/09).*

Penghargaan kategori “Grey Literature” diberikan kepada penerbit Unpad atas keaktifannya mengimplementasikan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang serah simpan karya cetak dan karya rekam. Dalam ajang itu, seluruh perguruan tinggi dinilai sejauh mana pelaksanaan UU tersebut dalam kegiatan kelembagaannya.

Penghargaan ini diberikan langsung dari pihak Perpusnas kepada Direktur Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan (SDAP) Unpad Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr. Sp.A(K), M.Kes.

Saat diwawancarai Radio Unpad, Prof. Budi menjelaskan, “Grey Literature” merupakan seluruh karya ilmiah dan nonilmiah yang dihasilkan perguruan tinggi atau lembaga induk lainnya dari setiap perpustakaannya. Karya tersebut antara lain skripsi, tesis, disertasi, makalah, publikasi internal dan eksternal, hingga beragam karya lainnya.

Upaya aktif Unpad dalam mengimplementasikan UU tersebut terlihat dari pemanfaatan portal daring (online) kandaga.unpad.ac.id untuk mendokumentasikan dan mengakses seluruh karya ilmiah yang dihasilkan civitas academica Unpad.

“Direktorat SDAP sudah mengembangkan sistem pencarian one search melalui portal kandaga, jadi semua produk dari civitas academica semuanya disimpan dalam Kandaga,” jelas Prof. Budi.

Portal Kandaga mengintegrasikan berbagai produk dan sistem penunjang pembelajaran, yakni repositori digital, e-journal, sistem e-resources, e-book, Unpad Library (LIMS), hingga penyediaan perkuliahan berbasis daring (e-learning).

Dalam sistem repositori, karya yang disimpan berupa skripsi, tesis, disertasi. tugas akhir, publikasi riset, hingga karya ilmiah lainnya yang ditulis oleh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan. Berbagai buku yang telah diterbitkan Unpad Press juga dapat diakses oleh pengunjung portal melalui sistem e-book.

“Untuk jurnal sudah berlangganan 6 e-journal dan disimpan dalam summon yang ada di Kandaga,” ujarnya.

Sementara e-resources, lanjut Prof. Budi, merupakan sistem pencarian karya civitas academica Unpad dari berbagai jurnal nasional maupun internasional. Dengan integrasi sistem repositori dan e-resources, pencarian terhadap karya civitas academica Unpad akan lebih lengkap dan mudah.

Keunggulan lain dari portal ini adalah adanya sistem integrasi digital antara perpustakaan unpad dan seluruh fakultas melalui Unpad Library (LIMS). Prof. Budi menerangkan, melalui sistem ini satu fakultas dengan mudah dapat mencari berbagai referensi dari perpustakaan fakultas lain tanpa harus mendatanginya.

Prof. Budi mengatakan, portal satu pintu Kandaga ini merupakan terobosan pertama yang dilakukan perguruan tinggi di Indonesia. Portal ini dapat diakses secara umum dan dimana saja melalui komputer atau perangkat gawai.*

Laporan oleh Arief Maulana