BPJS Ketenagakerjaan Gelar 40 Menit Mengajar di Kampus Unpad

[unpad.ac.id, 10/11/2017] Berkenaan dengan hari jadi ke-40 BPJS Ketenagakerjaan, digelar kegiatan “40 Menit Mengajar” di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Jumat (10/11). Kegiatan dalam bentuk Seminar Literasi BPJS Ketenagakerjaan ini mengangkat tema “Kenali Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan Sejak Dini” dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Padjadjaran.

Suasana kegiatan “40 Menit Mengajar” di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Jumat (10/11) yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan dalam memperingati hari jadinya yang ke-40 tahun. (Foto: Tedi Yusup)

Direktur Pendidikan dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Dr. Wawan Hermawan, M.S., saat membuka acara menyampaikan bahwa Unpad menyambut baik kegiatan ini sehingga civitas akademika Unpad dapat lebih memahami dan merasakan manfaat BPJS Ketenagakerjaan ini. “Semoga ke depannya kerja sama Unpad dengan BPJS Ketenagakerjaan ini dapat dikembangkan lebih luas lagi,” lanjutnya.

Hadir pada kesempatan tersebut Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Inda D. Hasman selaku pembicara, dengan didampingi oleh Dosen Fakultas Hukum Unpad I. Tajuddin S.H., M.H., selaku moderator.

Dalam acara tersebut, Inda menjelaskan berbagai hal terkait jaminan sosial di Indonesia, khususnya yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan. Jaminan sosial tersebut mencakup Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Pensiun (JP).

Inda menyampaikan bahwa pemberian jaminan sosial kepada masyarakat ini sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945 Pasal 34 ayat 2 yang berbunyi Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.

“UUD 1945 mengamanahkan perlindungan jaminan sosial untuk seluruh rakyat sebagai penyangga kesejahteraan,” lanjut alumni Fakultas Hukum Unpad angkatan 1980 ini.

Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan ini tidak hanya menargetkan para pekerja formal saja, tetapi juga para pekerja informal. Untuk mencapai hal tersebut, BPJS Ketenagakerjaan aktif memberi edukasi kepada masyarakat langsung termasuk melalui kegiatan sosialisasi semacam ini.

Di hadapan para mahasiswa tersebut, Inda juga menjelaskan bahwa para mereka lebih beruntung hidup di zaman yang lebih maju, yang dimudahkan mendapatkan akses informasi sehingga pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya asuransi dapat diketahui sejak dini.

“Dengan mengikuti BPJS Ketenagakerjaan ini, kita dapat mempersiapkan masa depan kita sejak dini. Sehingga saat tua nanti atau mengalami risiko apapun, kita tidak ketergantungan dengan orang lain,” ujarnya.

Inda menambahkan bahwa jaminan sosial ini bertujuan untuk menjamin kemandirian bila terjadi risiko sosial dalam hal terjadinya kehilangan atau berkurangnya pendapatan berupa uang (in cash benefit) atau pelayanan (in kind benefit).

Kegiatan “40 Menit Mengajar” ini tidak hanya berlangsung di Unpad, tetapi juga berlangsung di sekira 49 universitas di seluruh Indonesia dengan menghadirkan pembicara dari jajaran Direksi, Dewan Pengawas dan pimpinan lainnya di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan.

Laporan oleh Marlia