Darma Wanita Unpad Beri Santunan kepada Sejumlah Lansia di Desa Cileles dan Cilayung

[unpad.ac.id, 5/12/2017] Pengurus Darma Wanita Universitas Padjadjaran membagikan sejumlah santunan kepada masyarakat berusia lanjut (lansia) di Desa Cileles dan Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, Selasa (5/12). Sebanyak 30 lansia dari dua desa tersebut menerima sejumlah uang, biskuit, dan keperluan mandi.

Ketua pengurus Darma Wanita Universitas Padjadjaran Tina Tri Hanggono Achmad saat berbincang dengan lansia di Desa Cileles, Selasa (5/12). Dalam kesempatan tersebut, Darma Wanita Unpad membagikan santunan kepada 30 lansia di Desa Cileles dan Cilayung, Jatinangor. (Foto: Tedi Yusup)*

Ketua Darma Wanita Unpad Tina Tri Hanggono Achmad mengatakan, para lansia yang diberi santunan rata-rata merupakan kelompok lansia berusia di atas 70 tahun serta memiliki berbagai keterbatasan. “Ada beberapa yang di bawah 70 tahun, sekiranya membutuhkan bantuan, kita bantu,” ujar Tina.

Selama beberapa pekan, pengurus Darma Wanita dibantu pihak desa mendata nama-nama yang akan diberi santunan. Dilihat dari kondisi fisik, rata-rata para lansia memiliki keterbatasan dalam beraktivitas. Para lansia ini juga tersebar di beberapa Rukun Warga.

Program pemberian santunan ini merupakan program rutin tahunan yang dilakukan pengurus Darma Wanita Unpad. Desa Cileles dan Cilayung merupakan dua dari tiga desa binaan Darma Wanita Unpad. Dalam beberapa tahun ke belakang, telah banyak aktivitas pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di tiga desa binaan tersebut.

Sebelum membagikan santunan, pengurus Darma Wanita Unpad diterima secara resmi oleh perwakilan desa. Di Cileles, pengurus diterima langsung oleh Kepala Desa Cileles Suhendar, S.E. Dalam sambutannya, Suhendar sangat mengapresiasi atas upaya yang dilakukan Darma Wanita Unpad.

“Ini program luar biasa. Program ini sebagai interaksi dan karya nyata Unpad sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat,” ujar Suhendar.

Sebagai “wilayah penyangga” kampus Unpad, pihaknya selalu berupaya meningkatkan kemajuan Desa Cileles. Ia menilai, kemajuan desa akan berpengaruh pada pengembangan kampus Unpad Jatinangor.

“Kami ingin berkontribusi dalam kemajuan Unpad. Sebab, jika Desa Cileles maju, ini akan berpengaruh pada kampus,” ujar Suhendar.*

Laporan oleh Arief Maulana