Alumni Punya Peran Kuat dalam Mengembangkan Unpad

[unpad.ac.id, 13/01/2018] Alumni Universitas Padjadjaran menyatakan siap bersinergi dengan seluruh elemen di Universitas Padjadjaran dalam meningkatkan performanya di tahun 2018. Ini didasarkan bahwa alumni punya peranan penting dalam peningkatan performa Unpad di tingkat nasional maupun internasional.

Alumnus Unpad Sapta Nirwandar memberikan pendapat terkait pengembangan Unpad ke depan dalam acara “Silaturahmi dan Dialog Unpad Menuju Masa Depan” di Aula Fakultas Keperawatan Unpad, Jatinangor, Sabtu (13/01). (Foto: Tedi Yusup)*

Komitmen tersebut disampaikan sejumlah alumnus Unpad dalam acara “Silaturahmi dan Dialog Unpad untuk Masa Depan” di Aula Fakultas Keperawatan, Jatinangor, Sabtu (13/01). Acara ini dihadiri alumni, pimpinan universitas, anggota Majelis Wali Amanat, serta sejumlah sivitas akademika. Turut hadir Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Prof. Intan Ahmad.

Deputi VI bidang Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Nasional Sundawan Salya menyatakan siap berkontribusi dalam meningkatkan performa Unpad. Ia menilai, alumni Unpad selayaknya memiliki militansi yang kuat terhadap almamater. Berbagai posisi penting yang dijabat oleh alumni saat ini seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan berbagai potensi yang dimiliki Unpad.

Dalam acara tersebut, sejumlah alumnus juga memberikan dorongan terkait rencana pengembangan Unpad di 2018. Sapta Nirwandar yang pernah menjabat sebagai ketua Ikatan Alumni Unpad 2012-2016 mengatakan, kiprah alumni Unpad di tingkat nasional maupun internasional tidak perlu diragukan.

“Kita harus punya strategi komunikasi untuk ‘menjahit’ alumni Unpad,” ujar Sapta.

Membangun pola komunikasi dan hubungan masyarakat yang kuat menjadi salah satu saran dari Sapta. Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini mengatakan, banyak sekali prestasi Unpad yang bagus namun belum banyak yang terviralkan.

Ia juga menilai, potensi Unpad pada khususnya belum efektif tersampaikan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Padahal, di tingkat internasional misalnya, banyak duta besar Indonesia yang merupakan alumni Unpad. Untuk itu, ia mendorong Unpad untuk mampu memetakan potensi alumninya di tingkat internasional.

“Dubes alumni Unpad itu banyak sebenarnya. Kita bisa manfaatkan untuk kepentingan Unpad, Jawa Barat, maupun nasional,” ujar Sapta.

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI Harry Z. Soeratin juga menyampaikan pandangannya. Alumnus FEB Unpad ini mengatakan, jaringan alumni Unpad cukup potensial, namun belum menjadi satu kesatuan utuh. Harus ada inisiasi untuk mengomunikasikan dengan alumni terkait apa yang telah dan yang harus dikembangkan Unpad ke depannya.

Menyinggung pola komunikasi dan hubungan masyarakat yang digagas Sapta, Harry membenarkan bahwa dua strategi ini penting dikuatkan Unpad. Mantan Kepala Biro Humas di Kementerian Keuangan ini menilai, hampir semua institusi pemerintahan di Indonesia belum membangun pola kehumasan dengan baik.

“Ini bisa diangkat pada tingkat internasional karena berkaitan dengan aspek kebangsaan dan nasionalisme,” ujar Prof. Aidul.

Terjalinnya hubungan kuat antara alumni dan almamater menjadi salah satu faktor peningkatan kualitas perguruan tinggi. Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan RI Dian Erdiana Rae menyebut, nama besar universitas di dunia salah satunya disebabkan oleh hubungan yang kuat dengan alumninya.

Lebih lanjut Dian mengatakan, Unpad harus berkontribusi dalam membina karakter mahasiswa. Penanaman nilai-nilai moral melalui mata kuliah akan mendorong alumninya memiliki karakter dan mampu berpegang pada prinsip. Ini diharapkan mampu memberantas segala praktik kotor dalam penyelenggaraan negara.

Ketua Komisi Yudisial RI Prof. Dr. Aidul Fitriciada Azhari berkomentar, Unpad perlu memiliki ciri khas yang menjadi identitas institusi. Alumnus Fakultas Hukum ini mengatakan, salah satu warisan terbesar Unpad dan Jawa Barat adalah konsep Wawasan Nusantara yang dikemukakan Prof. Mochtar Kusumaatmadja. Konsep ini akan tetap relevan sebagai landasan teritorial Indonesia.

Prof. Aidul mendorong Unpad untuk terus mewariskan semangat pemikiran Prof. Mochtar Kusumaatmadja. Pengembangan pusat studi terkait konsep wawasan nusantara patut dikembangkan oleh Unpad. Ini bertujuan agar konsep ini tetap dikenal oleh masyarakat Indonesia maupun internasional.

Budayawan Iwan R.A. Abdulrachman menjadi penutup berbagai masukan dari para alumni. Penggubah Hymne Unpad ini mengatakan, setiap alumnus memiliki potensi yang bisa diberikan kepada Unpad. Pernyataan beberapa alumni terkait banyaknya alumni Unpad yang mengisi posisi penting meyakinkan Iwan bahwa Unpad punya kekuatan besar yang masih terpendam.

“Kita punya hutang pada Unpad, karena Unpad telah memberikan kualitas pada kita. Bagaimana kita memberikan kepada Unpad, itu inisiatif kita masing-masing,” kata Iwan.

Alumni Punya Kontribusi

Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad mengatakan, berbagai masukan dari para alumni berperan dalam pengembangan Unpad ke depan. Peran alumni salah satunya diukur sebagai indikator pemeringkatan universitas versi QS university ranking. Pada pemeringkatan ini, reputasi alumni di dunia profesional menjadi penentu pemeringkatan.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan berbagai capaian Unpad sebagai PTN Badan Hukum di tahun 2017 di bidang akademik, riset, kelembagaan, penguatan pusat unggulan hingga kontribusi di masyarakat. Ia juga mengajak audiens untuk kembali mengenal Pola Ilmiah Pokok Unpad “Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional”.

Rektor menilai Unpad harus memberikan kontribusi lebih kuat lagi bagi masyarakat. Kontribusi tersebut dibangun salah satunya dari peran serta alumni.

Prof. Intan Ahmad mengapresiasi acara yang diinisiasi oleh Ketua MWA Unpad Rudiantara ini. Sebagai PTN Badan Hukum, Unpad diharapkan ikut serta dalam menggerakkan roda ekonomi. Selain itu, menyandang status PTN Badan Hukum berarti perlu membuktikan kepada masyarakat tentang apa yang dihasilkan perguruan tinggi dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Dengan mengumpulkan para stakeholder, ini akan buat positionin Unpad lebih bagus lagi, agar Unpad dan universitas lainnya di Indonesia berikan kontribusi pada masyarakat. Kalau Unpad baik, tetangga-tetangganya akan baik lagi. Pola Ilmiah Pokok harus benar-benar diangkat sehingga punya keunggulan komparatif,” pesan Prof. Intan.*

Laporan oleh Arief Maulana