Prof. Muchtaridi: Teknik Komputasi Hasilkan Obat Baru Secara Singkat, Murah, dan Strategis

[unpad.ac.id, 9/02/2018] Proses penemuan dan pendesainan obat baru merupakan proses kompleks, serta dibutuhkan waktu panjang dan biaya tinggi. Hal ini menjadi tantangan bagi peneliti dalam strategi, upaya efektif, dan ekonomis dalam penemuan obat. Salah satu solusi adalah dengan menggunakan teknik komputasi.

Prof. Muchtaridi, S.Si, M.Si., Ph.D., Apt. (Foto: Tedi Yusup)*

“Teknik komputasi dalam perancangan obat yang sering disebut  computer-aided drug design telah diaplikasikan dalam 15 tahun terakhir sebagai komplemen dari in vitro dan in vivo oleh para peneliti kimia medisinal dalam mengeksplorasi dan menemukan senyawa pemandu hingga memodifikasi menjadi kandidat obat,” ujar Prof. Muchtaridi, S.Si, M.Si., Ph.D., saat membacakan orasi ilmiah berkenaan dengan Penerimaan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal pada Fakultas Farmasi Unpad, di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (9/02).

Pada kesempatan tersebut, Prof. Muchtaridi membacakan orasi ilmiah berjudul “Penemuan Senyawa Pemandu dari Bahan Alam Melalui Teknologi Komputer: Kasus Pada Pengembangan Obat Flu Burung Dan Kanker Payudara Dengan Metode Structure – Ligand-Based Drug Design (S/LBDD)”.

Dijelaskan Prof. Muchtaridi bahwa sudah 25 tahun terakhir, penemuan dan pengembangan obat baru dilakukan dengan metode Perancangan Obat Rasional (POR). POR bertujuan untuk menemukan obat baru dengan waktu yang lebih singkat, murah, dan strategis .

Teknik komputasi telah diaplikasikan dalam proses POR dengan tujuan penemuan senyawa pemandu yang dapat dengan sangat cepat dikembangkan sebagai obat dengan terapi yang efektif dan aman sesuai kebutuhan pengobatan.

Ada empat metode yang sering digunakan untuk menemukan senyawa pemandu dalam Computer-aided drug design, yaitu; penapisan acak, ligand-based drug design (LBDD), structure-based drug design dan de novo design.

Melalui berbagai penelitian yang dikembangkan Prof. Muchtaridi dan tim, teknik komputasi dimanfaatkan dalam menegmbangkan obat flu burung dan kanker payudara, yaitu dengan metode Structure – Ligand-Based Drug Design.

Beberapa metode SBDD telah dipopulerkan seperti penambatan molekul atau dikenal dengan molekular docking, dinamika molekuler, dan modeling homologi. Prof. Muchtaridi menjelaskan, dinamika molekuler sangat bermanfaat dalam menginvestigasi mekanisme kerja suatu obat,  kanker, jantung, dan diabetes.

“Mencari mekanisme aktivitas suatu senyawa bahan alam terhadap kanker payudara apakah agonis atau antagonis juga telah kami lakukan dengan metode dinamika molekuler,” ungkap pria kelahiran Palembang, 2 Juni 1974 ini.

Berdasarkan penelitiannya, diketahui bahwa senyawa yang terkandung dari manggis paling banyak memiliki nilai fit value yang baik dan energi bebas dari afinitas ikatan dengan kantung aktif neuraminidase yang baik.

“Penelitian selanjutnya, kami telah melakukan formulasi sediaan tablet dan sirup berdasarkan uji aktivitas yang baik. Saat ini sediaan tersebut sedang masuk pada fase uji pre-klinik,” ungkap Prof. Muchtaridi.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am