Guangxi University for Nationalities Bersama Pemerintah China Akan Bangun Laboratorium Berstandar Internasional di Unpad

[unpad.ac.id, 15/3/2018] Guangxi University for Nationalities (GXUN) didukung pemerintah pusat China dan pemerintah provinsi Guangxi akan membangun laboratorium berstandar internasional pada bidang kelautan dan perikanan di kampus Universitas Padjadjaran.

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu KElautan Unpad Dr. sc. agr. Yudi Nurul Ihsan, M.Si., memperlihatkan piagam Perjanjian Kerja Sama dengan Dekan Faculty of Marine Sciences and Biotechnology GXUN Prof. Dr. Jiang Mingguo di ruang Executive Lounge Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Rabu (14/3). (Foto: dokumentasi pribadi FPIK)

Rencana ini merupakan implementasi program dari penandatanganan Nota Kesepahaman yang telah dilakukan Unpad dengan GXUN pada November 2017 lalu. Sebagai tindak lanjut rencana program, kembali dilaksanakan penandatangan Perjanjian Kerja Sama antara Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad Dr. sc. agr. Yudi Nurul Ihsan, M.Si., dan Dekan Faculty of Marine Sciences and Biotechnology GXUN Prof. Dr. Jiang Mingguo, Rabu (14/3).

Acara penandatangan yang digelar di ruang Executive Lounge Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung ini juga disaksikan Rektor Prof. Tri Hanggono Achmad dan Direktur Jenderal Teknologi dan Sains Provinsi Guangxi Chao Kunhua.

Dr. Yudi mengatakan, laboratorium ini akan mendukung berbagai kegiatan riset di bidang mikrobiologi kelautan, konservasi laut, akuakultur, pengolahan ikan, manajemen sumber daya perairan, dan sattelite data receiver. Laboratorium ini diharapkan dapat menjadi wahana riset bersama antara Unpad maupun GXUN.

“Laboratorium ini direncanakan akan diberi nama Unpad-GXUN for Fisheries and Marine Research and Development,” ujar Dr. Yudi saat ditemui usai penandatanganan.

Selain kolaborasi riset, laboratorium ini juga akan mendukung adanya pertukaran pelajar dan staf antara kedua belah pihak. Para dosen di FPIK Unpad akan didorong untuk melanjutkan studi doktoral maupun pascadoktoral di GXUN.

Tahap awal kerja sama ini akan melengkapi laboratorium yang ada di FPIK dengan berbagai peralatan pendukung. “Jika memang dibutuhkan, ke depan akan dibangun gedung laboratorium baru di kampus FPIK maupun di PSDKU Pangandaran,” kata Dr. Yudi.

Sementara itu Chao mengatakan, pemerintah China akan sekuat tenaga mendorong kerja sama ini. Ia menilai kerja sama Unpad dan GXUN ini terbilang potensial. Masing-masing perguruan tinggi memiliki keunggulan di bidang akademik maupun sumber daya manusianya.

“Kami mendorong Unpad dan GXUN menggunakan keunggulan tersendiri untuk saling mengisi khususnya di bidang penelitian kelautan. Setelah itu, kita mendorong untuk memperluas bidang kerja sama dengan memanfaatkan keunggulan lainnya,” kata Chao.

Chao melanjutkan, dukungan untuk membangun laboratorium berstandar internasional ini merupakan kali pertama yang dilakukan pemerintah provinsi Guangxi di Indonesia. “Kami berharap dapat membuahkan hasil penelitian dan menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan antar dua negara,” kata Chao.

Rektor pun mengapresiasi kerja sama ini. Ia mengatakan, adanya keterlibatan sektor lainnya menjadikan kerja sama ini semakin potensial. Unpad juga mendorong kerja sama ini melibatkan berbagai sektor strategis di provinsi Jawa Barat maupun nasional.

“Hal penting dari kerja sama ini adalah bukan untuk kepentingan perguruan tinggi. Indikator tersebut adalah ketika kita dapat mendorong pengembangan kesejahteraan masyarakat,” kata Rektor.*

Laporan oleh Arief Maulana