Radio Unpad Luncurkan Layanan Streaming Berbasis Aplikasi Digital

[unpad.ac.id, 14/3/2018] Radio Universitas Padjadjaran (Radio Unpad) meluncurkan layanan streaming radio berbasis aplikasi digital. Aplikasi ini memungkinkan pendengar dapat menikmati siaran online Radio Unpad lewat telepon pintar.

Direktur Tata Kelola dan Komunikas Publik Unpad Aulia Iskandarsyah, M.Psi., M.Sc., PhD, (kanan) didampingi Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Ade Kadarisman, M.Sc., M.T., dan staf Kantor Komunikasi Publik Unpad Safa Annisaa, S.I.Kom., saat meluncurkan secara simbolis aplikasi digital Radio Unpad dalam acara Diskusi Interaktif “Transformasi Digital Radio Kampus” yang digelar Kantor Komunikasi Publik Unpad di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Rabu (14/3). (Foto: Tedi Yusup)*

Peluncuran aplikasi digital Radio Unpad dilakukan secara simbolis oleh Direktur Tata Kelola dan Komunikas Publik Unpad Aulia Iskandarsyah, M.Psi., M.Sc., PhD, dalam acara Diskusi Interaktif “Transformasi Digital Radio Kampus” yang digelar Kantor Komunikasi Publik Unpad di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Rabu (14/3).

Dalam sambutannya Aulia mengatakan, radio sudah sejak lama menjadi salah satu media untuk mendapatkan informasi, edukasi, hingga hiburan. Perkembangan era revolusi industri ke-4 di tingkat global saat ini mendorong radio untuk bertransformasi dari era pemancar ke era digital.

“Transformasi radio ke digital harus tetap memiliki muatan positif dan bermanfaat,” ujar Aulia.

Sebagai bagian dari media informasi resmi Unpad, Radio Unpad menjadi wahana untuk menyampaikan berbagai informasi universitas kepada sivitas akademika maupun masyarakat umum. Melalui transformasi ini, diharapkan layanan Radio Unpad yang telah mengudara via layanan streaming sejak 2012 lalu ini dapat lebih mudah diakses oleh sivitas akademika maupun masyarakat.

Aplikasi Radio Unpad dapat diunduh melalui layanan Google Play Store di Andorid dan memasangkannya pada telepon pintar masing-masing. Aplikasi ini tidak hanya menyajikan fitur streaming radio. Ada beragam fitur yang bisa diakses oleh pengguna, mulai dari fitur program yang menampilkan 11 program unggulan Radio Unpad, fitur berita terkini tentang liputan seputar acara kampus dan musik oleh tim Radio Unpad, fitur request lagu, serta informasi akun media sosial milik Radio Unpad.

Sekretaris Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Jawa Barat Ir. Dadang Mulyadi menilai, pengembangan radio berbasis internet dan digital memiliki beberapa keefektifan dibanding radio konvensional. Tidak diperlukannya izin siaran, hingga biaya investasi yang murah menjadi kelebihan radio digital.

“Radio digital tidak terbatas pada sektor audio saja. Kita bisa menampilkan gambar artis, teks, atau konten-konten lain yang bisa mengiringi audio,” ujar Dadang.

Meski lebih murah, radio digital tentunya dihadapkan pada beberapa tantangan. Dadang mengemukakan, tantangan tersebut diantaranya belanja investasi peralatan yang optimal, adanya jaringan internet yang mumpuni, penyediaan sumber daya manusia yang andal, serta program-program siaran yang unik dan inovatif.

Dadang melanjutkan, ketika radio digital tidak menyajikan konten yang menarik, pengguna bisa saja enggan mengakses. “Ketika aplikasi radio tidak menarik, biasanya pengguna hanya memakainya selama 17 menit dan 2 kali per minggu,” ujar Dadang.

Penyiar Radio Ardan Bandung yang juga alumni Unpad Haried S. Prakarsa menambahkan, guna menarik pengguna, aplikasi streaming Radio harus rutin dilakukan pembaruan, baik dari segi konten aplikasi, sistem, hingga kualitas audio. Sebab, aplikasi radio, terutama radio kampus, memiliki potensi besar dalam menginformasikan berbagai kegiatan di universitas.

“Informasi harus terus disampaikan. Segala informasi terkait mahasiswa harus terus diinformasikan kepada mahasiswa,” ujar Haried.

Pelopor di Perguruan Tinggi 

Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Ade Kadarisman, M.Sc., M.T., mengatakan, layanan aplikasi digital Radio Unpad menjadi terobosan penting dalam perkembangan radio kampus. Sebagai kanal komunikasi internal maupun eksternal, radio kampus berbasis aplikasi digital diharapkan dapat didengar oleh masyarakat di semua wilayah.

“Unpad memulai lebih cepat dari universitas lainnya,” kata Ade.

Sebagai negara dengan jumlah pengguna internet sebesar 143 juta orang, radio digital menjadi peluang baik bagi eksistensi radio kampus. Apalagi, dari total pengguna internet tersebut, 49% diantaranya berasal dari kalangan usia 19 – 33 tahun.

Ade menilai, radio kampus memiliki fungsi lebih dibanding radio konvensional. Radio ini memiliki integrasi fungsi antara faktor Tridarma Perguruan Tinggi, pendidikan, dan hiburan. “Transformasi radio ini sudah suatu hal yang sangat wajib,” ujarnya.*

Laporan oleh Arief Maulana