Fakultas Farmasi Unpad Gelar “Bandung International Conference on Collaborative Pharmacy Research”

[unpad.ac.id, 6/4/2018] Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan University of Groningen dan PT. Biofarma Tbk., menggelar seminar internasional “Bandung International Conference on Collaborative Pharmacy Research” di Prama Preanger Hotel, Bandung, Kamis (5/4) dan Jumat (6/4).

Suasana pembukaan “Bandung International Conference on Collaborative Pharmacy Research” yang digelar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan University of Groningen dan PT. Biofarma Tbk., di Prama Preanger Hotel, Bandung, Kamis (5/4).*

Seminar internasional ini diikuti sejumlah akademisi, mahasiswa, dan praktisi farmasi. Dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian pada Masyarakat, Kerjasama, dan Korporasi Akademik Unpad Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., seminar juga diisi dengan pemaparan kunci dari Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Dr. Ir. Jumain Appe, M.Si.

Dalam pemaparannya, Dr. Jumain mengatakan, kepentingan pengembangan farmasi tidak hanya dilakukan untuk kemajuan Indonesia, tetapi juga untuk kepentingan umat manusia. Seiring meningkatnya tantangan dalam pengembangannya, harus ada upaya integrasi antara bidang farmasi dan sektor lainnya.

Lebih lanjut Dr. Jumain menjelaskan, acara ini memperlihatkan adanya integrasi yang baik antara farmakologi dan industri. Integrasi ini menandakan bahwa farmakologi dan industri di Indonesia siap untuk menjadi model dari aktivitas penelitian di bidang sains.

Acara ini diisi dengan pemaparan sejumlah pakar dan praktisi, diantaranya Direktur PT. Biofarma Dr. Rahman Roestan, MBA, Apt., Direktur SHARE Research Institute University of Groningen Prof. Maarten J. Postma, serta sejumlah praktisi dari sektor industri. Setiap peserta juga mengirimkan karya tulis ilmiah. Karya tulis terpilih akan dipublikasikan di jurnal “Indonesian Journal of Cilnical Farmasi” (IJCP) yang terindeks Scopus.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan soft launching produk “Teh Dia” hasil inovasi Dr. Keri Lestari. Produk “Teh Dia” merupakan hasil kolaborasi dengan sektor industri. Produk ini bukan sekadar produk teh pada umumnya, tetapi dikembangkan untuk menjaga kesehatan.

Dr. Keri mengatakan, salah satu keunggulan teh bercita rasa manis ini adalah aman bagi penderita diabetes. Ini dihasilkan dari campuran beberapa tanaman herbal dengan kandungan utama yaitu daun teh dan daun stevia.

“Daun stevia ini walaupun rasanya manis, tetapi bisa mengurangi kadar glukosa dalam darah,” kata Dr. Keri.*

Laporan oleh Arief Maulana