Calon Mahasiswa Baru Unpad Asal Cirebon Diharapkan Jadi Agen Perubahan

[unpad.ac.id, 14/5/2018] Sebanyak 68 peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) asal kota Cirebon berhasl diterima di Universitas Padjadjaran tahun akademik 2018/2019. Peserta yang lulus ini mendapat apresiasi langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Cirebon Dr. H. Dedi Taufik, M.Si.

Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Dr. Arry Bainus, M.A., (keenam dari kiri) bersama Penjabat Wali Kota Cirebon Dr. H. Dedi Taufikurohman, M.Si., (ketujuh dari kiri) dan perwakilan calon mahasiswa baru Unpad asal kota Cirebon dalam acara pemberian apresiasi yang digelar di salah satu hotel di Cirebon, Jumat (11/5). (Foto: Pemkot Cirebon)*

“Saya berharap mereka bisa menjadi salah satu agent of change, terutama untuk kemajuan kota Cirebon,” ujar Dedi dalam acara pemberian apresiasi di hadapan para siswa yang lulus SNMPTN Ke Unpad, di salah satu hotel di Cirebon, Jumat (11/5). Acara ini dihadiri langsung Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Dr. Arry Bainus, M.A.

Dilansir dari laman resmi Pemkot Cirebon, dalam mendukung upaya tersebut, Dedi beserta segenap jajarannya berupaya menyediakan beasiswa bagi mereka yang berkuliah di Unpad. Ia juga telah memerintahkan Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Pemkot Cirebon untuk dapat membantu mahasiswa saat mengerjakan skripsi nantinya.

Selanjutnya Dedi mendorong agar skripsi yang ditulis mahasiswa di tingkat akhir nanti relevan dengan upaya memajukan Cirebon. Sebagai contoh, bagi mahasiswa yang mengambil studi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad bisa mengambil tema skripsi tentang sektor kemaritiman di Cirebon.

“Bentangan pantai kita ada sekitar 7 kilometer,” tambah Dedi.

Sementara itu, Dr. Arry menyampaikan, animo siswa yang mendaftar ke Unpad melalui jalur SNMPTN sangat tinggi. Unpad sendiri terus meningkatkan kuota penerimaan mahasiswa baru asal kota Cirebon dari jalur SNMPTN. Meski memiliki peminat sangat tinggi, Dr. Arry tetap mendorong agar pola pendaftaran SNMPTN tersebut tidak menumpuk di satu program studi tertentu.

“Strategi untuk mengambil jalur undangan (SNMPTN) itu harus benar-benar dipelajari. Jangan berkumpul di satu program studi favorit. Harus menyebar,” ujarnya.

Pemilihan program studi diharapkan juga bisa disesuaikan dengan strategi kebijakan yang akan dilakukan Cirebon ke depannya. Hal ini akan melahirkan sumber daya manusia yang siap dan relevan dengan berbagai program pembangunan di Cirebon.

“Kalau tidak ada SDM-nya, justru orang dari luar yang akan masuk,” kata Dr. Arry.*

Rilis/am