Pemuda Berperan Membangun Perdesaan

[unpad.ac.id, 16/5/2018] Kepemimpinan dan partisipasi masyarakat merupakan ujung tombak dalam pembangunan perdesaan. Di sisi lain, peran pemuda pun perlu terus ditingkatkan untuk mengangkat berbagai potensi yang ada di desa.

Para pembicara dalam seminar “Leadership in Rural Development Seminar” yang digelar Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian (Faperta) Unpad bekerja sama dengan Australian Rural Leadership Foundation (ARLF) di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Rabu (16/5). Seminar tersebut merupakan akhir dari rangkaian kegiatan ARLP yang berlangsung selama dua minggu di Jawa Barat dan Sumatera. (Foto: Tedi Yusup)*

“Saat ini semakin banyak pemuda berperan dalam  peningkatan pembangunan perdesaan,” kata dosen Faperta Unpad Dr. Iwan Setiawan saat menjadi salah satu pembicara dalam “Leadership in Rural Development Seminar” yang digelar Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian (Faperta) Unpad bekerja sama dengan Australian Rural Leadership Foundation (ARLF) di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Rabu (16/5).

Seminar ini digelar untuk memberikan gambaran mengenai kepemimpinan di perdesaan di kedua negara, Indonesia dan Australia. Dari Indonesia, selain Dr. Iwan, turut bertindak sebagai pembicara pada seminar tersebut adalah dosen Fakultas Teknologi dan Ilmu Pertanian Unpad Dr. Dwi Purnomo yang memaparkan kegiatannya dalam melibatkan para pemuda dalam agrotechnopreunership melalui “Local Enablers”.

“Local Enablers merupakan sebuah komunitas yang didasari dari kegiatan penelitian. Di Local Enablers, kami berusaha untuk meningkatkan nilai tambah pada komoditas lokal, dan memprioritaskan inovasi sosial,” kata Dr. Dwi.

Sementara itu, dari Australia, turut hadir sebagai pembicara Grant Melrose (Managing Director of John Dee meet company Australia) dan Rebecca Milliken (Group HR Manager for Delta Agribusiness) yang memaparkan mengenai aktivitasnya dalam upaya meningkatkan pembangunan perdesaan.

Seminar tersebut merupakan akhir dari rangkaian kegiatan  ARLP yang berlangsung selama dua minggu di Jawa Barat dan Sumatera. Dalam kegiatan tersebut, peserta ARLP yang didampingi oleh para fasilitator dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Unpad mengunjungi beberapa pelaku agribisnis yang juga memberdayakan masyarakat sekitarnya, yaitu Koperasi Produsen Kopi Margamulya dan Kelompok Tani Katata yang berlokasi di Pangalengan, serta Pesantren Al Ittifaq dan Kelompok Tani Sari Hejo yang berlokasi di Rancabali Ciwidey.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari bentuk kepemimpinan yang menjadi kunci keberhasilan para pelaku bisnis dan tokoh masyarakat tersebut dalam menjalankan usahanya.

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am