Gubernur Jawa Barat Resmikan Pembangunan Rumah Sakit Hewan Pendidikan di Unpad

[Unpad.ac.id, 9/6/2018] Gubernur Jawa Barat Dr. Ahmad Heryawan menggelar sejumlah agenda dinas di kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sabtu (9/6). Agenda yang dilakukan Gubernur antara lain pemberian kuliah umum, peresmian Pusat Data Jawa Barat Unpad, serta peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Hewan Pendidikan.

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad dan Gubernur Jawa Barat Dr. Ahmad Heryawan menandatangani prasasti pembangunan gedung Rumah Sakit Hewan Pendidikan Unpad di area kampus Unpad, Jatinangor, Sabtu (9/6). (Foto: Tedi Yusup)*

Ihwal pembangunan gedung Rumah Sakit Hewan Pendidikan merupakan kelanjutan dari pembukaan program studi Kedokteran Hewan di Unpad sejak 2016. Rencana ini merupakan inisiasi dari Pemprov dalam meningkatkan jumlah tenaga dokter hewan di Jawa Barat.

Gubernur yang akrab disapa Aher ini menjelaskan, pembangunan tersebut diinisiasi karena adanya kekhawatiran terindikasinya cacing pita pada hati hewan. Kejadian yang kerap terjadi di masyarakat itu tidak sebanding dengan banyaknya tenaga dokter hewan yang tersedia.

“Di Jawa Barat sendiri, rumah sakit hewan hanya ada satu. Di Indonesia hanya ada tujuh dan Unpad menjadi yang kedelapan,” ujar Aher.

Aher menambahkan dengan banyaknya tenaga dokter hewan dan rumah sakit hewan yang memadai maka kesehatan hewan pun akan terdeteksi. “Jumlah dokter hewan saat ini masih jauh dari jumlah memadai dalam rangka menjamin kesehatan daging hewan untuk konsumsi manusia,” ujar Aher.

Mengingat pentingnya menjaga kesehatan hewan sebagai salah satu upaya perlindungan kesehatan manusia, Pemprov kemudian mendorong Unpad membuka program studi Kedokteran Hewan sekaligus membangun Rumah Sakit Hewan milik pemerintah di Cikole, Lembang. Langkah Pemprov dilanjutkan dengan mendukung pembangunan Rumah Sakit Hewan Pendidikan di kampus Unpad.

“Alhamdulillah, kita terus lengkapi fasilitas-fasilitas kedokteran hewan. Insyaallah ke depan kita lebih banyak bisa menghasilkan para dokter hewan untuk menjaga kesehatan hewan demi menjaga kesehatan hewan,” kata Aher.

Lebih lanjut Aher mengatakan, Rumah Sakit Hewan Pendidikan menjadi media penting dalam mengasah keahlian calon dokter hewan. Untuk itu, ia harapkan Rumah Sakit Hewan Pendidikan Unpad menjadi bagian penting dari kualitas sumber daya manusia yang akan diluluskan prodi Kedokteran Hewan.

“Tentu setiap program kedokteran hewan di perguruan tinggi lain sudah memiliki Rumah Sakit Hewannya. Tetapi, di Unpad ada keistimewaannya, karena baru dua tahun berdiri sudah dibangun rumah sakitnya,” kata Aher.

Peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit dilakukan Aher bersama Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad, Ketua program studi Kedokteran Hewan Dr. Endang Yuni Setyowati, drh., M.Sc.Ag., serta sejumlah perwakilan dinas terkait, di area Kawasan Sains dan Teknologi Unpad, Jatinangor.

Peresmian ini juga dihadiri pimpinan universitas dan fakultas, perwakilan mahasiswa, perwakilan kepala dinas, serta perwakilan pengurus Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Rektor mengapresiasi langkah berlanjut Pemprov dalam mendukung peningkatan dokter hewan di Jawa Barat. Dukungan pembangunan Rumah Sakit Hewan Pendidikan di Unpad dinilai sebagai upaya nyata Gubernur dalam mewujudkan komitmen tersebut.

“Tugas pemimpin itu bukan hanya memberi challenge, tapi juga bisa memfasilitasi. Itu yang luar biasa,” kata Rektor.

Terima Penghargaan

Atas komitmennya mendukung peningkatan dokter hewan di Jawa Barat, Gubernur Jabar mendapat penghargaan “Anugrah Manusya Mriga Satwa Sewaka” dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia. Anugerah ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan PDHI.

Pemberian anugerah diberikan langsung Ketua Umum Pengurus Besar PDHI Dr. Heru Setijanto, drh., PAVet. (K)., dan disaksikan Rektor Unpad di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor.

“Anugerah diberikan sebagai penghargaan atas komitmen Gubernur terhadap pembangunan bidang kesehatan hewan, yaitu dengan merintis pembukaan program studi Kedokteran Hewan, dan mewujudkan adanya Rumah Sakit Hewan Pendidikan di Unpad,” kata Gubernur.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur memberikan kuliah umum bertema “Memacu Peran Pembangunan Jawa Barat dalam Rangka Peningkatan Daya Saing Indonesia”. Selain itu, Gubernur juga secara simbolis memberikan beasiswa dari Pemprov Jabar kepada 67 mahasiswa Unpad. Beasiswa juga secara simbolis diberikan Bank Jabar Banten kepada 54  mahasiswa Fakultas Kedokteran Unpad.

Resmikan Pusat Data Jawa Barat

Gubernur juga meresmikan berdirinya Pusat Data Jawa Barat Unpad. Pusat data yang berlokasi di lantai 2 Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor ini menyajikan berbagai data yang terjadi di Jawa Barat serta berbagai program Aliansi Strategis Unpad (ASUP) Jabar yang menjadi program unggulan Unpad.

Berbagai data yang tersaji mengenai Jawa Barat diantaranya mencakup luas wilayah, jumlah penduduk, potensi, hingga angka kemiskinan di setiap Kota/Kabupaten. Ke depan, Unpad akan terus melengkapi data ini, sehingga informasi di pusat data ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan penelitian yang pada akhirnya menjadi rekomendasi kebijakan bagi Pemprov.

Dalam mendukung penyediaan data, Unpad sendiri menggandeng Badan Perencanaan Pembangunan Daerah provinsi Jawa Barat beserta Dinas Komunikasi dan Informasi Jawa Barat terkait kerja sama pemanfaatan data dan pertukaran data sektoral.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama oleh Wakil Rektor bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Unpad Dr. Keri Lestari, M.Si., dengan Kepala Bappeda Jabar Ir. Yerry Yanuar, M.M., dan Kepala Diskominfo Jabar Hening Widiatmoko.*

Laporan oleh Novianti Siswandini dan Arief Maulana