Teliti Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Kepala Bappeda Jabar Raih Doktor di Unpad

[unpad.ac.id, 13/7/2018] Pengelolaan kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu semestinya dapat memperhatikan dengan sungguh-sungguh nilai kegunaan dan nilai keberadaan sumber daya geologi. Hal ini sangat bermakna bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat maupun keberlanjutan Geopark Ciletuh Palabuhanratu sendiri.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Yerry Yanuar menyampaikan ringkasan disertasinya berjudul “Model Kelayakan Pengembangan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Berbasis Sumberdaya Geologi” pada Sidang Promosi Doktor di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (13/7). Yerry lulus dari dari program Doktor dalam Bidang Teknik Geologi Unpad dengan predikat cumlaude. (Foto: Tedi Yusup)*

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Yerry Yanuar saat mempresentasikan disertasinya berjudul “Model Kelayakan Pengembangan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Berbasis Sumberdaya Geologi” dalam Sidang Promosi Doktor yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (13/7).

Pada sidang yang dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad itu,  Yerry dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude.

“Model kelayakan pengembangan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu berbasis sumber daya geologi yang dihasilkan dalam penelitian diharapkan dapat diaplikasikan pada pengembangan geopark-geopark lainnya di Indonesia,” harap Yerry.

Dalam disertasinya, Yerry menjelaskan bahwa model sumber daya geologi dalam rangka pengembangan kawasan geopark yang berkelanjutan pada dimensi geologi dan dimensi ekologi ditentukan oleh beberapa indikator, yaitu keberadaan dan keberagaman, nilai keunikan dan nilai kelangkaan, serta kerawanan lingkungan.

Menurut Yerry, ada 6 poin yang memengaruhi keberlanjutan dari proses pengembangan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, yaitu kondisi sosial masyarakat, peran, dan partisipasi masyarakat; peningkatan kapasitas kelembagaan dan kerja sama antar lembaga; pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi; pengelolaan keberadaan, keberagaman, nilai keunikan dan nilai kelangkaan sumber daya geologi; antisipasi dan penanganan kerawanan lingkungan terkait dengan kebencanaan; serta pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

Untuk meningkatkan peran serta dan partisipasi stakeholders pembangunan daerah dalam pengembangan kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Yerry pun menyarankan untuk segera dikembangkan penyelenggaraan Badan usaha Milik Daerah untuk Penelitian, Pengembangan, dan Edukasi Geopark Ciletuh-Palabuhanratu Provinsi Jawa Barat.

“Dengan melibatkan kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Unpad, swasta, dan masyarakat,” imbuh pria kelahiran 29 Januari 1964 ini.

Selain itu, Yerry juga menyarankan untuk dilakukan penyusunan regulasi  berupa Peraturan Daerah dan/atau Peraturan Gubernur yang dapat menjadi landasan hukum dalam mewujudkan kerja sama dan kemitraan antar stakeholders dalam pengembangan kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana