Tiga Mahasiswa Unpad Lakukan Penelitian Senyawa Antibiotik Baru

[unpad.ac.id, 11/7/2018] Saat ini banyak individu yang resisten terhadap penggunaan antibiotik jenis tertentu. Resistensi ini biasanya terjadi karena kurang bijaknya penggunaan antibiotik, seperti digunakan tidak sesuai indikasi dan dosis. Oleh karena itu, penelusuran senyawa antimikroba baru untuk antibiotik  semakin gencar dilakukan.

Tiga mahasiswa Universitas Padjadjaran melakukan penelitian untuk menelusuri senyawa antimikroba baru yang dapat digunakan untuk antibiotik. Mereka adalah  Orin Inggriani Napitupulu (Kimia 2014), Jelang Muhammad Dirgantara (Kimia 2015) dan Desi Mariana Purba (Farmasi 2015), dibawah bimbingan Dr. Rani Maharani, M. Si.

Dalam peneltiannya, Orin dan tim memodifikasi jenis dan urutan asam amino senyawa AMPs siklotetrapeptida PLAI (Pro-Leu-Ala-Ile) dari bakteri Bakteri Pseudomonas sp. Senyawa AMPs siklotetrapeptida PLAI ini diyakini berpotensi sebagai antibiotik. Pada penelitian ini Siklo-PLAI telah dimodifikasi menjadi siklo-PKRW (NH-Pro-Lys-Arg-Trp-OH) yang memiliki karakter asam amino kationik dan hidrofobik yang berperan penting untuk meningkatkan aktivitas peptida antimikroba.

Penelitian ini dilakukan dengan menyintesis siklotetrapeptida PKRW dengan metode Solid Phase Peptide Synthesis (SPPS) dengan  strategi Fmoc yang kemudian diuji bioaktivitasnya dengan metode difusi agar Kirby-Bauer dan mikro dilusi untuk menentukan zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus.

“Metode yang dilakukan pada penelitian ini merupakan metode baru dan pertama kalinya dilakukan terhadap sintesis siklo-PKRW,” ungkap Desi dalam rilis yang diterima Humas Unpad.

Hasil sintesis tersebut kemudian diuji bioaktivitasnya dengan melihat zona hambat dari senyawa tersebut dan ternyata diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa senyawa siklo-PKRW memiliki aktivitas sebagai antibakteri.

“Dengan demikian senyawa ini juga memiliki potensi sebagai antibiotik. Senyawa ini juga memiliki banyak keunggulan diantaranya tingkat resistensinya rendah, toksisitas rendah, aktivitas antimikroba tinggi, spektrum target luas, bekerja cepat dan memiliki banyak asam amino sehingga aman untuk tubuh manusia dan layak untuk dikonsumsi,” jelas Desi.

Penelitian ini merupakan Program Kreativitas Mahasiswa skema Penelitian Eksakta yang dilakukan Orin dan tim, dan berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI*

Rilis/art