Palawa Unpad Rintis Jalur Panjat Tebing Baturaya, Kalimantan Selatan

[unpad.ac.id, 17/9/2018] Tim Unit Pencinta Alam “Palawa” Universitas Padjadjaran melakukan ekspedisi bertajuk pengembaraan penelitian dan pemanjatan tebing di Tebing Baturaya, Desa Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, 18 Agustus hingga 2 September lalu.

Tim Palawa Universitas Padjadjaran melaksanakan ekspedisi pengembaraan pemanjatan Tebing Baturaya dan Penelitian di Desa Teluk Kepayang, Kab. Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, 18 Agustus – 2 September lalu.*

Ekspedisi bertajuk “Pembuatan Jalur Panjat Tebing Baturaya dan Penelitian Pengaruh Industri Pertambangan terhadap Perubahan Ekonomi Masyarakat Desa Teluk Kepayang, Kab. Tanah Bumbu, Kalsel” ini beranggotakan Samudra Muhammad Rahman (Antropologi), Tri Nur Ramdhani (Perikanan), Rizkia Mutiara (Fisika), serta pendamping Yandi Romadona (Teknik Pertanian) dan Ronni Robinson Simbolon (Sastra Inggris).

Tebing Baturaya berupa kawasan tebing gamping raksasa di Teluk Kepayang. Tebing ini belum memiliki jalur pemanjatan karena masih jarang menjadi lokasi oleh para penggiat panjang tebing di Indonesia.

Tim berhasil merintis jalur panjat sejauh 120 meter dari dasar tebing. Meski tinggi tebing terhitung 410 meter berdasarkan hasil pengukuran GPS, tim memutuskan berhenti di titik 120 meter dengan alasan keselamatan.

Proses perintisan ini berlangsung selama tiga hari. Perjalanan ke puncak pun dilanjutkan dengan cara mendaki.

Dari hasil pengamatan, diperkirakan Tebing Baturaya tergolong pada karst muda. Formasinya yang mudah lepas, permukaannya yg rapuh, serta jarang ditemuka lubang tembus atau goa menunjukkan tebing ini belum lama mengalami karstifikasi. Meski demikian, tebing ini masih aman untuk dipanjat dengan catatan butuh kehati-hatian ekstra dalam memilih tambatan dan pengaman saat proses pemanjatan.

Wilayah Teluk Kepayang sendiri merupakan salah satu desa di Tanah Bumbu yang lebih dari setengah abad lalu menjadi lahan pertambangan batu bara. Ihwal keberadaan tambang ini menarik tim untuk meneliti kaitannya mengenai perekonomian masyarakat Teluk Kepayang.

Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana keadaan ekonomi masyarakat desa sebelum dan sesudah menjadi kawasan industri pertambangan. Hal ini mendorong perusahaan tambang dapat merumuskan kebijakan saat menjadikan suatu wilayah menjadi kawasan pertambangan.

Selama melakukan penelitian, tim menemukan sebagian besar lahan tambang kini telah memasuki tahap reklamasi. Beberapa perusahaan tambang masih melakukan penggalian. Sejumlah tenaga kerja perusahaan tersebut berasal dari Desa Teluk Kepayang.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambangan batu bara di desa ini sebenarnya membantu perekonomian masyarakat desa dalam mengurangi angka pengangguran. Selain itu perusahaan tambang di sana juga membantu dalam pendanaan pembangunan infrastruktur desa ini. Di sisi lain, lubang-lubang bekas galian tambang menjadi bentuk kerusakan alam dan membutuhkan waktu ama untuk pemulihannya,” tutur Rizkia dalam rilis yang diterima Humas Unpad.

Tim juga berharap, hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu untuk membuat kebijakan yang lebih mampu memperhatikan masyarakatnya.*

Rilis: Palawa Unpad/am