Mahasiswa Bidikmisi Unpad Angkatan 2018 Ikuti Pelatihan Pengembangan Diri

[unpad.ac.id, 10/10/2018] Universitas Padjadjaran menggelar Pelatihan Self Development untuk Mahasiswa Bidikmisi angkatan 2018 di Auditorium Fakultas Keperawatan Unpad Jatinangor, Selasa (9/10) lalu. Acara ini diikuti oleh sekitar 500 mahasiswa Bidikmisi Unpad.

Suasana pelatihan Self Development untuk Mahasiswa Bidikmisi angkatan 2018 di Auditorium Fakultas Keperawatan Unpad Jatinangor, Selasa (9/10) lalu.*

Pelatihan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pembinaan mahasiswa Bidikmisi selama satu tahun dibawah pengawasan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan yang dikelola oleh para Manajer Akademik dan Kemahasiswaan tingkat fakultas, serta dibantu oleh mahasiswa Bidikmisi angkatan sebelumnya (kakak asuh).

Manajer Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad Dr. Herry Wibowo yang bertindak sebagai pemateri pada kegiatan tersebut membuka forum diskusi mengenai perjuangan hidup, pentingnya bersyukur, dan rencana hidup ke depannya.

Di sela pemaparan dan penjelasan materi, peserta juga disuguhi sejumlah permainan kecil yang menambah keseruan acara pelatihan ini. Tak semata-mata hanya sebagai selingan, permainan ini juga menuntut sportivitas, ketangkasan, konsentrasi, serta nilai-nilai moral lainnya dari para peserta. Adanya hadiah untuk peserta yang mendapat golden ticket terbanyak menambah semangat peserta dalam acara pelatihan ini.

“Acara ini sangat bermanfaat dan menarik sekali. Acara ini membuka mata saya lebih luas lagi untuk menjadi pribadi yang lebih baik sebagai mahasiswa penerima Bidikmisi,” kata Rifa, salah satu peserta pelatihan saat dimintai pendapat mengenai acara tersebut.

Acara Pelatihan Self Development inti bertujuan untuk mengembangkan potensi diri mahasiswa. Secara keseluruhan, para mahasiswa diberikan materi serta pemaparan tentang kiat-kiat mengembangkan diri sesuai tuntutan zaman, kiat-kiat mencapai kesuksesan, dan motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pada acara ini, peserta dituntut untuk lebih terampil dan siap untuk melakukan perubahan yang lebih baik kedepannya.

Pada penghujung acara, para peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil didampingi oleh kakak asuh dan satu dosen pendamping. Pembagian kelompok ini digunakan untuk memantau perkembangan diri mahasiswa untuk mewujudkan mahasiswa yang terampil, kreatif dan inovatif, unggul, berprestasi, serta dapat berkontribusi untuk banga kedepannya.*

Rilis: Muthyarana Darosha (Mahasiswi Bidikmisi Jurnalistik Fikom 2018)/art