Jelang Muhammad Dirgantara Raih Juara Tiga Merck Young Scientist Award 2018

[unpad.ac.id, 29/11/2018] Teliti senyawa antibiotik baru, mahasiswa Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran, Jelang Muhammad Dirgantara meraih juara ketiga Merck Young Scientist Award 2018 yang digelar PT Merck Chemicals and Life Sciences di IPB International Convention Center, Bogor, 15 November 2018 lalu.

Mahasiswa Kimia FMIPA Unpad Jelang Muhammad Dirgantara meraih juara ketiga Merck Young Scientist Award 2018 yang digelar PT Merck Chemicals and Life Sciences di IPB International Convention Center, Bogor, 15 November 2018 lalu.*

Penelitian yang Jelang angkat pada kompetisi tersebut berjudul “Novel Antimicrobial Peptides Derived from Marine Cyclotetrapeptide of Pesudomonas sp.” Dalam penelitiannya, Jelang melakukan modifikasi senyawa siklo-PLAI yang telah diisolasi dari bakteri laut, Pseudomonas sp.

Modifikasi dilakukan untuk meningkatkan aktivitas antimikrobanya sehingga bisa dimanfaatkan sebagai antibiotik, terutama untuk mencegah infeksi pada luka penderita diabetes yang acapkali berujung pada amputasi organ.

“Siklo-PLAI ‘kan terdiri dari 4 asam amino. Jadi untuk meningkatkan aktivitasnya, dimodifikasi dengan cara menggantikan asam amino kedua dan ketiga ” jelas Jelang.

Dari penelitian tersebut, diketahui bahwa Pseudomonas sp. dengan modifikasi tertentu memiliki potensi tinggi untuk menjadi antibiotik. Jelang mengakui, penelitian ini perlu terus dikembangkan dan memerlukan tahapan yang masih panjang hingga benar-benar menghasilkan antibiotik yang baru.

Salah satu luaran dari penelitian tersebut adalah menghasilkan gel untuk mengobati luka pada penderita diabetes. Menurut Jelang, saat ini obat untuk luka penderita diabetes lebih berfokus pada penutupan luka, tetapi kurang terfokus untuk mencegah infeksi pada luka tersebut.

“Luka pada penderita diabetes ‘kan sulit tertutup. Jadi lebih mudah terinfeksi. Ketika mudah terinfeksi seringkali berujung ke amputasi organ. Nah kalau disini saya ingin mencoba untuk  mengembangkan bagaimana cara agar luka terhindar dari infeksi. Jadi, amputasi tidak terjadi”, ujar Jelang.

Pada kompetisi tersebut, Jelang merupakan peserta termuda. Ia harus melewati berbagai tahap seleksi yang dimulai dari pengiriman ringkasan penelitian. Dua belas peneliti terbaik kemudian diundang ke Bogor untuk melakukan presentasi di hadapan para juri.

Para juri kemudian memilih 5 orang finalis untuk mempresentasikannya secara detail, hingga akhirnya terpilih tiga orang pemenang.

Diungkapkan Jelang, penelitian tersebut merupakan pengembangan dari penelitian dosen FMIPA Unpad Dr. Rani Maharani, M. Si. Penelitian mengenai senyawa baru untuk antibiotik ini akan diangkat oleh Jelang bersama tim dalam Program Kreativitas Mahasiswa untuk mendapatkan pendanaan dari dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI tahun 2019.

Kedepannya, penelitian ini pun akan terus dikembangkan. “Harapannya di Unpad, kebiasaan mahasiswa dalam melakukan penelitian dapat meningkat lagi,” harap Jelang.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am