Hadapi Revolusi Industri 4.0, Apa yang Harus Disiapkan?

[unpad.ac.id, 9/1/2019] Perkembangan teknologi yang cepat turut memengaruhi kehidupan manusia di segala aspek. Berbagai perubahan yang ada perlu disikapi dengan bijak agar menghasilkan luaran yang positif.

Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Prof. Engkus Kuswarno menjadi pembicara kunci dalam Organizational Communication Conference (Oration) 2019 yang digelar Magister Ilmu Komunikasi Fikom Unpad di Ruang Oemi Abdurrahman, Fikom Unpad, Jatinangor, Rabu (9/1). (Foto: Tedi Yusup)*

“Pada setiap perubahan conditio sine qua non harus kita sikapi dengan bijaksana agar menghasilkan output yang positif. Kondisi tersebut meniscayakan adanya perubahan mindset, cara kerja, dan pola membangun hubungan yang harmonis antar kelompok masyarakat maupun organisasi,” kata Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad, Prof. Engkus Kuswarno saat menjadi pembicara kunci dalam Organizational Communication Conference (Oration) 2019 yang digelar Magister Ilmu Komunikasi Fikom Unpad di Ruang Oemi Abdurrahman, Fikom Unpad, Jatinangor, Rabu (9/1).

Prof. Engkus menyebutkan, berdasarkan laporan The Future of Jobs Report, World Economic Forum, terdapat lima keterampilan SDM dalam era industri 4.0 dalam rentang waktu 2015-2020. Keterampilan tersebut jika diurutkan yaitu complex problem solving, social skill, process skill, system skill, dan cognitive abilities.

Setelah tahun 2020, diperkirakan kemampuan kognitif menjadi keterampilan yang paling dibutuhkan, diikuti system skills, complex problem solving, content skills, dan process skills. Hal tersebut juga menunjukan bahwa untuk menghadapi era industri 4.0, dibutuhkan SDM yang memiliki kemampuan kognitif yang fleksibel, logika berpikir yang baik, sensitif terhadap masalah, kemampuan matematika, dan visualisasi.

“Pergeseran cognitive abilities skill dari posisi kelima menjadi pertama setelah tahun 2020 menjadi menarik dan sekaligus tantangan bagi SDM mengarungi era industri 4.0,” ujar Prof. Engkus.

Memasuki era industri 4.0 memaksa manusia memasuki dua dunia, yaitu dunia riil dan dunia virtual. Internet of things yang merupakan ruh di era ini mengkondisikan manusia secara personal dan komunal sangat bergantung kepada dunia virtual, yang semakin hari semakin complicated dan smart.

Artificial Intelligence menjadi mitra the real brain. Relasi Artificial Intelligence dengan the real brain idealnya positif, artinya semakin cerdas AI makan semakin cerdas the real brain kita,” ujar Prof. Engkus.

Menurut Prof. Engkus, jika tidak menjadi SDM industri 4.0 yang cerdas (smart), maka bisa jadi akan menjadi “korban pelengkap penderita”.

“Apakah kita mulai saat ini akan menjadi pelaku SDM industri 4.0 yang cerdas, atau menjadi korban pelengkap penderita? Jika pilihannya terpaksa sebagai korban, kemungkinan yang terjadi adalah kita yang riil sekarang ini bukan lagi memasuki dunia virtual, melainkan akan menjadi ‘gaib’, oleh karena eksistensi kita sirna dengan sendirinya. Kita hilang dari peredaran dan peradaban dunia,” pungkasnya.

Oration 2019

Oration 2019 merupakan seminar komunikasi organisasi ketiga yang digelar Magister Ilmu Komunikasi Fikom Unpad. Acara secara resmi dibuka oleh Dekan Fikom Unpad Dr. Dadang Rahmat Hidayat, SH., S.Sos., M.Si.

Tahun ini, seminar mengangkat tema “The Future of Organizational Communication in The Era Industry 4.0”, dengan subtema: Budaya Organisasi, Iklim Organisasi, Manajemen Konflik, Kepemimpinan, Birokrasi, Kekuasaan, Arus Komunikasi dan komunikasi organisasi secara umum.

Acara diikuti oleh 95 pemakalah dari akademisi dan praktisi yang berasal dari seluruh Indonesia. Artikel yang dipresentasikan telah melalui serangkaian seleksi oleh tim reviewer yang merupakan pakar di bidang komunikasi organisasi.

“Dengan adanya seminar ini kami berharap pemikiran-pemikiran yang muncul dapat memberikan solusi taktis dan praktis dalam menghadapi kompleksitas berkomunikasi dalam berkomunikasi,” harap Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Unpad Dr. Jenny Ratna Suminar.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am