Mahasiswa Unpad Bantu Pulihkan Trauma Anak-anak Korban Tsunami Selat Sunda

[unpad.ac.id, 31/1/2019] Sejumlah mahasiswa Universitas Padjadjaran yang tergabung dalam tim “Vlog Kegiatan Mendongeng Keliling” (Vlogkamling) melakukan pemulihan trauma (trauma healing) kepada korban tsunami Selat Sunda di Desa Labuan, Banten. Minggu (27/1). Para mahasiswa terlibat dalam kegiatan “Asa di Tepi Selat Sunda” yang  dinisiasi oleh Yayasan Pemuda Peduli Bandung.

Mahasiswa dan alumni Universitas Padjadjaran Anissa Faradilla (Psikologi), Abdul Rizal (Sastra Indonesia), dan Rezania Fitria (alumnus Sastra Arab) bantu memulihkan trauma anak korban tsunami Selat Sunda di Desa Labuan, Banten. Minggu (27/1), dengan membacakan dongeng.*

Tim tersebut terdiri dari Anissa Faradilla (Psikologi), Abdul Rizal (Sastra Indonesia), dan Rezania Fitria (alumnus Sastra Arab).

“Vlogkamling terlibat sebagai tim yang mengisi sesi mendongeng untuk anak dan memberikan donasi berupa mainan tradisional, boneka tangan, ukulele, serta alat belajar. Bantuan tersebut berasal dari penggalangan dana yang dilakukan tim Vlogkamling ke Sekolah Dasar sebelum pergi ke Banten,” ungkap Anissa Faradilla dalam rilis yang diterima Kantor Komunikasi Publik (KKP) Unpad.

Sebelumnya, pada Oktober hingga November 2018, Vlogkamling juga terlibat dalam kegiatan Psychological First Aid untuk anak korban gempa bumi di Lombok.

Vlogkamling sendiri merupakan sebuah komunitas yang berfokus pada kegiatan mendongeng keliling, pelatihan dongeng, dan penyaluran hasil penggalangan dana dari kegiatan mendongeng kepada anak korban bencana alam dan anak jalanan.

Komunitas ini telah hadir sejak tahun 2015 dengan nama Puskamling Jatinangor. Di tahun tersebut, Puskamling Jatinangor terpilih sebagai ‘Aksi Sosial Terpilih’ dari kompetisi Doing Good Challenge indorelawan.org.

Pada tahun 2016, dengan anggota tim yang berbeda, Puskamling Jatinangor ini berhasil mendapatkan pendanaan dari Kemenristekdikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa. Meski tidak lolos hingga Pimnas, tim ini terus berkembang dan berubah nama menjadi Vlogkamling.

“Hal ini dikarenakan adanya pengembangan dari segi penyampaian konten dongeng yang tidak hanya dengan mendongeng keliling secara langsung melainkan juga dengan membuat vlog di akun YouTube dan digital platform seperti Instagram agar bisa menjangkau kebermanfaatan lebih luas. Tema yang disajikan seputar konten ramah anak,” ujar Anissa.*

Rilis/art