Unpad Lakukan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru ke 7 Wilayah

[unpad.ac.id, 6/2/2019] Universitas Padjadjaran melaksanakan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru tahun 2019 di sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Barat, Jumat (1/2), Sabtu (2/2), dan Senin (4/2). Sosialisasi dilakukan langsung oleh Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad, para dekan, serta tim narasumber Unpad yang menyampaikan materi mengenai seleksi masuk PTN secara nasional.

Rektor Universitas Padjadjran Prof. Tri Hanggono Achmad memberikan sambutan dalam Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru tahun 2019 di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, Sabtu (2/2). (Foto: Arief Maulana)*

“Unpad hadir di 7 wilayah di Jawa Barat. Kami sengaja turun langsung di beberapa wilayah karena kami ingin mendapatkan potret lebih kuat lagi,” ujar Rektor dalam sambutannya di SMK Negeri 3 Kota Bogor, Senin (4/2).

Tujuh lokasi tersebut antara lain Hotel Grand Mercure Karawang, Jumat (1/2), kampus PSDKU Garut, SMAN 1 Sukabumi, dan SMKN 3 Bandung, Sabtu (2/2), serta kampus PSDKU Pangandaran, SMKN 3 Bogor, dan SMKN Mundu Kab. Cirebon, Senin (4/2). Setiap lokasi menyasar pada kota/kabupaten wilayah area kerja Dinas Pendidikannya.

Rektor menjelaskan, dengan melakukan sosialisasi secara langsung salah satunya merupakan wujud dari komitmen Unpad dalam memberikan perhatian untuk Jawa Barat. Selain itu, mekanisme seleksi penerimaan mahasiswa baru PTN secara nasional pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Pada tahun ini, jalur masuk PTN terdiri dari SNMPTN, SBMPTN, dan seleksi mandiri PTN. Perbedaan menonjol dari sistem seleksi tersebut terlihat dari jumlah kuota. Rektor mengatakan, kuota SNMPTN mengalami pengurangan dibanding kuota jalur masuk lainnya. Ini didasarkan atas relevansi tingkat kapasitas mahasiswa yang diterima dari SNMPTN tidak sejalan dengan performa akademik yang diajukan perguruan tinggi.

Untuk itu, penguatan seleksi masuk tahun ini lebih ditekankan pada Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). UTBK sendiri merupakan metode ujian yang dirancang untuk memprediksi kemampuan dan kesiapan siswa untuk berkuliah di PTN. Hasil dari UTBK akan digunakan sebagai dasar dari nilai SBMPTN dan seleksi mandiri.

“Sistem penerimaan sekarang itu lebih tajam. Seorang anak diterima di PTN bukan semata-mata karena nilai total ujiannya, tapi akan lebih tajam pada bidang ilmu apa, bidang ujian apa yang menjadi nilai terbaiknya dia, sehingga potensi dasar seorang anak itu dapat porsi lebih kuat dibanding performa akademiknya,” papar Rektor.

Penguatan Tingkat Kompetitif

Di kampus SMAN 1 Kota Sukabumi, Sabtu (2/2), Rektor menjelaskan mengenai tingkat daya saing pelajar asal Jawa Barat yang masuk ke PTN. Kemampuan kompetisi lulusan SMA di Jawa Barat dibanding lulusan provinsi lain di pulau Jawa dinilai belum baik.

“Jawa Barat ini punya 5 PTN Badan Hukum. Tapi kenyataannya, kemampuan kompetisinya masuk PTN tertinggal dibanding yang lain,” kata Rektor.

Unpad sendiri sudah 5 tahun menjalankan program afirmasi “Unpad Nyaah ka Jabar”. Program ini memungkinkan pelajar asal 27 kota/kabupaten di Jawa Barat mendapatkan kesempatan berkuliah di Unpad. Saat ini, program tersebut akan lebih dipertajam.

“Ternyata setelah 5 tahun lebih, perkembangannya (tingkat daya saingnya) masih belum baik,” imbuhnya.

Melalui metode seleksi masuk PTN yang berbeda, aspek potensi skolastik (kemampuan kognitif) lulusan akan dikembangkan secara sungguh-sungguh. Diharapkan, mereka yang diterima PTN didasarkan atas nilai skolastiknya, bukan dari kemampuan akademiknya.

“Sekolah juga harus berperan meningkatkan tingkat kompetitifnya,” kata Rektor.*

Selain menjelaskan tentang SNMPTN, SBMPTN, dan UTBK, Rektor juga mengenalkan sistem seleksi mandiri Unpad untuk program Sarjana reguler. Presentasi dilakukan oleh para dekan dan tim narasumber seleksi PTN yang telah ditunjuk sesuai lokasi sosialisasinya.

Di kampus PSDKU Unpad Garut, Sabtu (2/2), Prof. Muchtaridi, S.Si., Apt., M.Si., Ph.D bertindak selaku narasumber yang menjelaskan LTMPT dan pendaftaran Unpad.

“Cermati porses pendaftaran SBMPTN, karena banyak perbedaan dengan mekanisme pendaftaran tahun sebelumnya.” Ujar Muchtaridi saat melakukan paparan.

Tidak hanya Muchtaridi, turut hadir juga Henny Suzana Mediani, S.Kp., M.Ng., Ph.D (Dekan Fakultas Keperawatan), Dr. Med. Setiawan, dr., AIFM (Dekan Fakultas Kedokteran), dan Prof An An Chandrawulan, SH., LLM (Dekan Fakultas Hukum).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kordinator Kepala Cabang Dinas Wilayah XI, Drs. H. Nanang, SH., .MPd dan peserta undangan yang terdiri dari Kepala Sekolah dan guru dari Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, serta Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Sementara di SMKN Mundu Kabupaten Cirebon, Senin (4/2, sosialisasi dilakukan oleh Dekan Sekolah Pascasarajana Unpad, Prof. Dr. Hendarmawan., M.Si. Materi Keunpadan disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, SIP., S.Si., MT., M.Si (Han) dan dilanjutkan paparan informasi penerimaan mahasiswa baru oleh Dr. Slamet Usman Ismanto, M.Si., dan Dekan Fakulas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Dr. Sc. Agr. Yudi Nurul Ihsan, S.Pi., M.Si.*

Laporan oleh Tim Kantor Komunikasi Publik Unpad/am