Kemampuan Berpikir Kritis Tidak Akan Tergantikan di Era Revolusi Industri 4.0

[unpad.ac.id, 12/3/2019] Executive Vice President Human Capital Management Division PT. Bank BCA, Tbk., Hendra Tanumihardja mengajak mahasiswa Universitas Padjadjaran untuk siap menghadapi berbagai tantangan di era revolusi industri 4.0. Poin penting yang perlu dimiliki adalah dengan memanfaatkan berbagai kesempatan yang ada.

Executive Vice President Human Capital Management Division PT. Bank BCA, Tbk., Hendra Tanumihardja saat mengisi kuliah umum dalam Studium Generale “Building Organization Capability for the next Generation” yang digelar Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Selasa (12/3). (Foto: Tedi Yusup)*

Seize the opportunity. Ada opportunity apa pun kalian ambil,” ujar Hendra dalam Studium Generale “Building Organization Capability for the next Generation” yang digelar Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Selasa (12/3).

Hendra mengatakan, menjadi tantangan bagi kita semua untuk dapat memastikan bahwa akan semakin banyak orang bisa mengambil manfaat dari adanya era Industri 4.0 ini. Meski akan banyak pekerjaan yang hilang, di sisi lain akan banyak pekerjaan baru bermunculan.

“Ini semua tentang kita. Kitalah yang menentukan masa depan. Mulai dari sekarang,” ujar Hendra.

Salah satu tuntutan yang perlu dimiliki generasi milenial di era industri 4.0 adalah kemampuan berpikir kritis. Bukan asal kritis, tetapi berpikir kritis yang positif. Kemampuan inilah yang akan sulit tergantikan oleh perkembangan teknologi. Kemampuan ini juga yang akan mendorong munculnya kreativitas.

Pada kesempatan tersebut, Hendra juga mendorong generasi milenial untuk menciptakan inovasi. Diungkapkan Hendra, inovasi akan tercipta jika memiliki intrinsic motivation (motivasi dari dalam) ketimbang extrinsic motivation (motivasi dari luar). Jika hanya memiliki extrinsic motivation, maka kreatifitas akan sulit muncul.

“Ketika kalian membangun kapabilitas kalian, yang dibutuhkan untuk menjadi kreatif itu adalah ketika kalian punya intrinsic motivation,” ujar Hendra.

Terkait membangun kapabilitas organisasi, Hendra menjelaskan bahwa ada tiga elemen yang perlu diperhatikan, yaitu employee mindset, employee competencies, dan employee governance.

Elemen pertama adalah mengenai mindset atau pola pikir seperti apa yang diperlukan sesuai dengan tipe organisasi yang akan dibangun. Kedua, kompetensi seperti apa yang perlu dibangun untuk dapat memiliki daya saing. Ketiga, manajemen seperti apa yang perlu dibangun agar dapat menjalankan organisasi dengan efektif.

“Organisasi apapun, sebesar apapun, termasuk start up company, tiga elemen ini menjadi elemen yang penting supaya organisasi yang kalian bangun ini punya kapabilitas, punya kemampuan,” tutur Hendra.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am